Jakarta, TopBusiness—Budi Primawan resmi diangkat sebagai Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea) untuk periode 2026-2028 dalam Rapat Umum Anggota yang digelar belum lama ini di Jakarta.
Dalam rilis yang diterima Redaksi Majalah TopBusiness (30/6/2026), Budi berkata: “Kita perlu penguatan peran asosiasi sebagai partner pemerintah dan wadah pelaku industri dalam mendorong kemajuan ekosistem e-commerce, dan memberi sumbangan besar pada perkembangan ekonomi digital nasional.”
Hal itu, kata dia, menjadi sorotan dalam rencana kerja dua tahun ke depan.
Sebelumnya, Budi telah dikenal aktif di asosiasi sebagai Sekretaris Jenderal idEA selama periode 2024-2026. Dengan demikian, Vice President – Government Affairs Lazada ini sudah sangat memahami seluk beluk industri e-commerce pada khususnya, juga ekonomi digital pada umumnya.
Budi menilai industri e-commerce Indonesia memiliki potensi besar yang masih bisa dioptimalkan. “E-commerce Indonesia telah menjadi salah satu penggerak ekonomi digital nasional, namun potensinya masih jauh dari optimal. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang semakin erat, tidak hanya antara pemerintah dan pelaku industri, tetapi juga dengan akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan.”
“Melalui dialog yang terbuka dan kebijakan yang adaptif, kita dapat memerkuat perlindungan konsumen, mendorong inovasi, meningkatkan daya saing pelaku usaha, dan memastikan ekonomi digital Indonesia tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan,” papar Budi.
Maka, Idea siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang semakin terpercaya dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Adapun Dewan Pengawas Idea, Yudi Putra dari OLX, menekankan pentingnya keberadaan asosiasi itu sebagai wadah industri dan para pelaku bisnis untuk saling bertukar pikiran, serta bahu-membahu turut membangun ekonomi negeri ini.
Perkembangan e-commerce di Indonesia selama satu dekade terakhir merupakan salah satu kisah sukses transformasi digital nasional.
“Namun pertumbuhan tersebut, berjalan beriringan dengan tantangan yang kian kompleks. Perkembangan teknologi yang juga kian masif, pertumbuhan merchant yang harus diiringi quality control, keamanan data pribadi, dan regulasi pemerintah, dan masih banyak tantangan lainnya,” ucap Yudi.
