TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ide Trading Hari Ini, Beli saham BRPT, PTRO, PGAS, MYOR, BBNI, dan EMTK

Busthomi
2 July 2026 | 09:11
rubrik: Capital Market
Ide Trading Hari Ini, Buy Saham BUMI, CUAN, BUVA, VKTR, MBMA, dan BRMS

Ilustrasi buy dan sell saham. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0.92%, tapi masih disertai dengan net sell asing ~548 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, TPIA, BBNI dan ASII.

Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini.

“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG akan berada di kisaran 5500-5625 dan level reesist IHSG diproyeksi di rentang 5730-5800,” ujar dia, dalam risetnya, Kamis (2/7/2026).

Trading Idea hari ini: BRPT, PTRO, PGAS, MYOR, BBNI, dan EMTK

  • BRPT Spec Buy dengan area beli di 1360-1380, cutloss di bawah 1330. Target dekat di 1420-1470.
  • PTRO Spec Buy dengan area beli di 3750-3790, cutloss di bawah 3720. Target dekat di 3860-3930.
  • PGAS Spec Buy dengan area beli di 1350-1365, cutloss di bawah 1350. Target dekat di 1380-1420.
  • MYOR Spec Buy dengan area beli di 1775-1810, cutloss di bawah 1775. Target dekat di 1825-1835.
  • BBNI Spec Buy dengan area beli di 3070-3100, cutloss di bawah 3050. Target dekat di 3140-3160.
  • EMTK Spec Buy dengan area beli di 478-482, cutloss di bawah 474. Target dekat di 490-505.

Global Overnight Review

Wall Street Terkoreksi akibat Aksi Profit Taking Saham AI. Indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak turun pada Rabu (1/7).

Sementara Nasdaq terkoreksi akibat profit taking pada saham-saham semikonduktor. Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,03%, S&P 500 turun 0,22% dan Nasdaq Composite melemah 0,66%.

Tekanan berasal dari sektor semikonduktor setelah investor merealisasikan keuntungan dari rally spektakuler saham-saham AI.

Saham Micron anjlok lebih dari 10%, meskipun YTD masih menguat lebih dari 260%. Sandisk juga melemah lebih dari 10%, namun masih mencatat lonjakan sekitar 750% sepanjang tahun 2026.

BACA JUGA:   Diprediksi Naik: Saham SCMA, INDF, MYOR

Sementara itu, Nvidia dan Broadcom masing-masing turun sekitar 1% dan 2%. Sedangkan, saham Meta Platforms melonjak hampir 9% setelah perusahaan mengumumkan rencana meluncurkan bisnis layanan cloud serta menjual kapasitas komputasi yang berlebih sebagai sumber pendapatan baru.

Saham Microsoft melesat sekitar 3%, dan Apple naik hampir 2%. Selain itu, sentimen juga dipengaruhi pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi Bank Sentral Eropa (ECB) di Portugal.

Warsh tidak memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga pada pertemuan bulan ini, namun menegaskan bahwa tingkat harga masih terlalu tinggi sehingga inflasi tetap menjadi perhatian utama bank sentral.

Bursa Asia Bergerak Fluktuatif. Bursa Asia-Pasifik bervariasi pada perdagangan Rabu (1/7), di tengah pelemahan Yen Jepang ke level terendah dalam 40 tahun terhadap US$.

Selain itu, pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed serta sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis pada Rabu (1/7).

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,59% dan Topix naik 0,42%. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 2,04%, dan Kosdaq justru naik 1,44%.

Sementara itu, ASX 200 Australia terkoreksi 0,64%, dan Taiex Taiwan menguat 1,94%. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong tutup, libur hari pendirian Hong Kong SAR.

Di domestik, BPS mencatat inflasi pada Jun-26 mencapai 0,44% MtM, lebih tinggi dibandingkan inflasi Mei-26 sebesar 0,28% MtM.

Sedangkan YoY, inflasi Jun-26 tercatat sebesar 3,34%, meningkat dari 3,08% pada Mei-26. Sementara YTD, inflasi mencapai 1,79%, lebih tinggi dibandingkan posisi Mei sebesar 1,35%.

Selain itu, BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 1,61 miliar pada Mei-26. Kondisi berbalik dari neraca perdagangan pada Apr-26, masih mencatat surplus sebesar US$ 89,1 juta. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg).

Tags: rekomendasi sahamsahamsaham hari inisaham pilihan
Previous Post

Bisa Lanjutkan Penguatan, Analis Sarankan Buy Saham Ini: BRPT, PTRO, BNBR, dan SCMA

Next Post

Perkenalkan Canaya, PGE Kamojang Tingkatkan Level Kopi Lokal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR