TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Luhut: Indonesia Tak Mau Didikte Eropa soal Sawit

Nurdian Akhmad
24 April 2018 | 15:13
rubrik: Capital Market
Lahan Sawit Perusahaan Ini Naik 9.000 Hektar

Ilustrasi Kebun Sawit. FOTO: Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Guna membahas diskriminasi produk turunan kelapa sawit Indonesia di pasar Eropa, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sejak Senin (23/4/2018) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Uni Eropa. Kunjungan kerja tersebut untukĀ  membangun dialog kemitraan antara Indonesia dengan Eropa mengenai kelapa sawit.

“Kami tidak datang untuk mengemis, untuk didikte, tetapi untuk berdialog dengan mitra. Kami dalam posisi yang setara, kami ingin membangun ‘partnership’. Kami bukan negara miskin. Kami negara kaya dengan banyak pengalaman,” ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/4/2018)

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Luhut menggelar pertemuan dengan Komisioner Perdagangan Uji Eropa Cecilia Malmstrm di Brussels, Belgia, Senin (23/4/2018), guna membahas sejumlah isu, termasuk kelapa sawit, masalah lingkungan, serta perdagangan.

Perundingan dengan Uni Eropa terkait dengan masalah produk turunan kelapa sawit dilakukan dalam perannya sebagai Ketua Tim Negosiasi RI untuk perundingan pembatasan penggunaan produk turunan kelapa sawit di Uni Eropa.

Mantan Menko Polhukam itu, juga menjelaskan bahwa kelapa sawit mampu mengurangi kemiskinan hingga 10 juta orang berdasarkan riset Universitas Stamford.

Di Indonesia, 51 persen lahan kelapa sawit dikuasai petani, di mana lebih dari 16 juta orang bergantung pada sektor tersebut.

“Hampir semua sawit yang dikirim dari Indonesia telah mendapat sertifikasi internasional. Dari segi kesehatan kami sudah melakukan penelitian dan juga meminta konsultan independen tetang dampak sawit pada kesehatan, tidak ada yang salah dengan sawit,” ujar Luhut.

Ia menekankan diskriminasi janggal diberikan parlemen Uni Eropa soal sawit. Luhut kepada Komisioner Malmstrom menyampaikan komitmen Indonesia untuk mempercepat proses Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang perundingannya masih berlangsung karena produk Indonesia yang diekspor ke Uni Eropa bukan hanya sawit.

BACA JUGA:   Pacu Kinerja, SSMS Susun Program Kerja 2020
Tags: kelapa sawitluhut panjaitansawit
Previous Post

Berikut, 2 Sebab Saham MTFN Dibekukan

Next Post

Bursa Regional Menguat, IHSG Malah Nyungsep

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR