TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Masih di Zona Hijau, Analis Rekomendasikan Buy Enam Saham Ini: ELSA, BIPI, EXCL, AMMN, KLBF, dan SCMA

Busthomi
8 July 2026 | 07:52
rubrik: Capital Market
Ide Trading Hari Ini, Buy Saham BUMI, CUAN, BUVA, VKTR, MBMA, dan BRMS

Ilustrasi buy dan sell saham. FOTO: Istimewa


Jakarta, TopBusiness — Laju IHSG kemarin ditutup naik 1.19%, tapi masih disertai dengan net sell asing ~205 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, TPIA, MAPI, TLKM dan BRMS.

Untuk perdagangan hariniki, Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas mengatakan, laju IHSG berpotensi mencoba menembus resistance di 6050. Hati2-hati jika gagal break 6050, potensi koreksi wajar. 

“Dengan kondisi itu, level Support IHSG diperkirakan di kisaran 5900-5950 dan level Resist IHSG diproyeksi di rentang 6000-6050,” ujar dia, dalam risetnya, Rabu (7/7/2026). 

Trading Idea hari ini: ELSA, BIPI, EXCL, AMMN, KLBF, dan SCMA;

–ELSA Spec Buy dengan area beli di 585-595, cutloss di bawah 575. Target dekat di 610-620.
–BIPI Spec Buy dengan area beli di 122-125, cutloss di bawah 120. Target dekat di 127-130.
–EXCL Buy if Break 2600, dengan target dekat di 2630-2670. Cutloss di bawah 2550. 
–AMMN Buy on Weakness dengan area beli di 3520-3560, cutloss di bawah 3500. Target dekat di 3600-3640.
–KLBF Spec Buy dengan area beli di 740-745, cutloss di bawah 735. Target dekat di 755-765.
–SCMA Buy on Weakness dengan area beli di 210-214, cutloss di bawah 206. Target dekat di 218-226. 

Global Overnight Review

Wall Street Kompak Turun, Saham AI Terkoreksi. Indeks-indeks saham Wall Street kompak turun pada perdagangan Selasa (7/7).
Tekanan terbesar dari aksi jual saham-saham AI dan produsen chip, di tengah lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,25%. Sementara itu, Nasdaq Composite melemah 1,16%, dan S&P 500 berkurang 0,45%.
Di sisi lain, saham Micron Technology anjlok 4,7%, diikuti KLA Corp, Marvell Technology, Broadcom, dan Advanced Micro Devices (AMD) yang juga ditutup turun.

BACA JUGA:   Obat Biotekno Kalbe Masuk Uji Klinis Tiga

Di tengah pelemahan saham teknologi, investor mulai mengalihkan dana ke sektor yang lebih defensif seperti kesehatan, keuangan, dan perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.

Saham Eli Lilly melonjak hampir 3%, sedangkan JPMorgan Chase dan Microsoft juga menguat. Walmart turut naik setelah mengumumkan pemangkasan harga sejumlah produk, termasuk daging sapi giling dan minuman Coca-Cola.

Sentimen lain datang dari laporan Reuters yang menyebut perusahaan AI asal China, DeepSeek, tengah mengembangkan chip AI sendiri. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap pemasok semikonduktor seperti Nvidia dan Samsung.

Sementara itu, saham SpaceX melemah lebih dari 6% pada hari pertamanya masuk ke indeks Nasdaq-100.

Bursa Asia Melemah, di Tengah Lonjakan Proyeksi Laba Samsung & Pelemahan Yen.

Bursa saham Asia kompak turun pada perdagangan Selasa (7/7), meski proyeksi lonjakan laba kuartalan Samsung Electronics yang didorong tingginya permintaan AI sempat memberikan sentimen positif.

Pada saat yang sama, yen Jepang tetap bertahan di dekat level terendah dalam hampir 40 tahun di tengah spekulasi intervensi pemerintah.

Saham Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar di dunia, memperkirakan laba operasional periode April-Juni melonjak 19 kali lipat YoY menjadi 89,4 triliun won (US$ 58,44 miliar).

Namun, pasar saham Korea Selatan justru turun 4,9%. Sementara itu, indeks Nikkei 225 melemah 2,12%. Selain itu, produsen chip Korea Selatan SK Hynix memulai penawaran saham di AS untuk menghimpun dana sebesar 43 triliun won (US$ 28,07 miliar).

Perseroan dikabarkan telah memperoleh indikasi permintaan hingga US$ 7 miliar dari investor besar.

Sementara itu, Broadcom mengumumkan perluasan kemitraannya dengan Apple hingga tahun 2031 untuk mengembangkan dan memasok chip khusus.(Source: Investor Daily, Kontan, Bloomber

Tags: rekomendasi sahamsahamsaham hari inisaham pilihan
Previous Post

Rayakan 70 Tahun, Danamon Gelorakan Semangat Tumbuh Bersama di Setiap Langkah

Next Post

Nilai Uang Primer Naik 13,8% Jadi Rp2.228 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR