TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Belum Berproduksi, PTTEP Gelontorkan US$ 5 Juta untuk CSR

Nurdian Akhmad
25 April 2018 | 17:33
rubrik: CSR
Belum Berproduksi, PTTEP Gelontorkan US$ 5 Juta untuk CSR

Jumpa pers Penyelenggaraan Seminar Bertema Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan untuk Mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di Hotel JS Luwansa, Kuningan , Jakarta, Rabu (25/4/2018)/foto: nurdian

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Raksasa minyak asal Thailand, PTTEP menggelontorkan dana US$ 5 juta untuk kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) di Indonesia.

Kendati lapangan minyak di Indonesia belum berproduksi, PTTEP berkomitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (SGDs) melalui program-program sosial yang dijalankan oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO).

General Manager PTTEP Indonesia Afiat Djajanegara mengatakan, program CSR yang sudah dijalankan itu antara lain pembangunan 15 unit gedung untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dengan rincian 10 unit di Mamuju, 4 unit di Polewali Mandar, dan 1 unit di Majene (Sulawesi Barat).

Selain itu, PTTEP Indonesia juga bermitra dengan Dompet Dhuafa untuk  membangun klinik layanan kesehatan cuma-cuma di Rorotan, Jakarta Utara.

“PTTE Indonesia memang belum berproduksi, tapi kami ini multinational company yang sudah tercatat di Dow Jones. Induk kami di Bangkok mengalokasikan dana setiap tahun untuk mendukung SGDs secara global.  Untuk Indonesia dialokasikan US$ 5 juta selama lima tahun, US$ 3,5 juta untuk layanan kesehatan cuma-cuma dan US$ 1,5 juta untuk PAUD,” kata Afiat kepada BusinessNews Indonesia usai jumpa pers penyelenggaraan Seminar Bertema Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan untuk Mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di Hotel JS Luwansa, Kuningan , Jakarta, Rabu (25/4/2018).

PTTE tidak terjun langsung dalam pelaksanaan program-program CSR perusahaan, tapi diserahkan kepada LSM. “Kami hanya melakukan reporting system, monitoring, dan evaluasi atas program-program CSR yang dijalankan oleh NGO yang sudah bermitra dengan kami,” ujar Afiat.

Menurut dia, salah satu yang menjadi kendala dalam program CSR yang dilakukan PTTE di Indonesia adalah  kualitas NGO di Indonesia yang masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan standar internasional.

BACA JUGA:   Berkunjung ke Redaksi TopBusiness, Bapeda Jabar Minta Dukungan Pembangunan Daerah Berbasis CSR

“PTTE ini international company, sehingga punya ekspektasi yang tinggi di setiap program yang dijalankan. Seringkali kita harus report program tiap minggu, padahal kita jauh dari lokasi, sehingga NGO ini harusnya memiliki reporting system yang bagus. Ke depan kita harap NGO-NGO ini punya standar kualitas yang tinggi,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Yuli Pujihardi mengatakan, pihaknya cukup selektif dalam memilih perusahaan yang ingin mendonasikan dananya untuk kegiatan CSR melalui Dompet Dhuafa.

“Pertama kita harus memilih perusahaan yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kita, perusahaan itu juga tidak melanggar ketentuan perundang-undangan yang ada. Kita pernah menolah donasi Rp 10 miliar karena itu diberikan oleh perusahaan rokok yang tidak sejalan dengan visi dan misi kami,” tutur Yuli.

Untuk PTTE, Yuli menilai perusahaan itu bersih dan cukup baik dari sisi tata kelola perusahaan sehingga Dompet Dhuafa menjalin kemitraan dalam lima tahun ini.

Seminar SDGs

Seminar SDGs yang berlangsung selama tiga hari (25-27 April 2018) ini dibuka Rabu pagi ini oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Seminar yang diselenggarakan oleh CECT MM Universitas Trisakti bekerja sama dengan PTTEP Indonesia ini diikuti ratusan peserta dari kalangan pemerintah, sektor swasta dan LSM.

Pada hari pertama, panelis utama yang dihadirkan adalah General Manager PTTEP Indonesia Afiat Djajanegara, Dirjen Pengembangan Desa Kementerian Perdesaan Prof Dr Ahmad Erani Yustika, Presiden TELAPAK Silverius Oscar Unggul, Pendiri Kitabisa.com Vikra Ijas, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Yuli Pujihardi, Manajer Program Senior British Council Indonesia Ari Sutanti, Kadiv Humas SKK Migas Wisnu Prabawa Taher, CSRI Jalal dan lainnya.

“Melalui semianr ini kami berharap dapat mengubah paradigma orang tentang kontribusi sosial organisasi mereka. Kami bersikeras bahwa Indonesia tidak tertinggal di kancah global dalam m encapai usulan Pembangunan Berkelanjuta (SGDs),” kata Anastasia Putri dari CECT dalam pers rilisnya.

Previous Post

IHSG Ditutup Anjlok 2,4 Persen

Next Post

Menelusuri Jejak Motif Batik Pesisir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR