TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Ditutup Menguat Tipis

Agus Haryanto
14 July 2026 | 16:33
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Selasa (14/7/2026) dengan penguatan tipis. IHSG ditutup naik 1,67 poin atau 0,03% ke posisi 6.039,52, dari posisi penutupan sebelumnya di 6.037,85.

Pergerakan IHSG ditopang oleh dominasi saham yang menguat. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 422 saham ditutup di zona hijau, 206 saham melemah, dan 165 saham tidak mengalami perubahan harga (stagnan).

Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 32,18 miliar saham, dengan frekuensi perdagangan yang tinggi dan nilai transaksi sebesar Rp16,40 triliun. Nilai transaksi tersebut mencerminkan masih terjaganya minat investor meskipun kenaikan indeks relatif terbatas.

Penguatan IHSG yang hanya sebesar 0,03% menunjukkan bahwa pasar masih bergerak dalam fase konsolidasi. Dominasi jumlah saham yang naik dibandingkan saham yang turun mengindikasikan adanya sentimen positif di level saham individual, namun belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan indeks secara signifikan.

Besarnya nilai transaksi yang mencapai Rp16,40 triliun memperlihatkan aktivitas jual beli tetap tinggi. Kondisi ini mengindikasikan investor masih aktif melakukan akumulasi pada saham-saham tertentu, sekaligus melakukan aksi ambil untung (profit taking) pada saham yang sebelumnya telah mengalami kenaikan.

Secara teknikal, penutupan di level 6.039,52 menunjukkan IHSG masih berupaya mempertahankan posisi di atas level psikologis 6.000. Apabila sentimen positif, baik dari pasar global maupun domestik, terus berlanjut, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistensi berikutnya. Sebaliknya, tekanan jual yang meningkat dapat kembali membawa indeks menguji level support di kisaran 6.000.

Pelaku pasar selanjutnya diperkirakan akan mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral, nilai tukar rupiah, serta kinerja emiten yang mulai merilis laporan keuangan sebagai faktor utama yang dapat menentukan arah pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya.

BACA JUGA:   Kawasan Layak Huni Perlu Tata Kota Terintegrasi

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

RI-Saudi Perluas Kerja Sama Transportasi hingga Pengembangan SDM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR