Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Jumat (17/7/2026), seiring meningkatnya sentimen negatif dari pasar global dan regional.
Berdasarkan riset harian PT Samuel Sekuritas Indonesia yang dipublikasikan melalui laman resminya, tekanan terhadap pasar dipicu oleh pelemahan bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (16/7/2026). Indeks Dow Jones turun 0,20%, S&P 500 terkoreksi 0,51%, dan Nasdaq melemah 1,47%.
Penurunan tersebut dipengaruhi aksi jual tajam pada saham-saham sektor semikonduktor dan emiten yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, kembali meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran turut membebani sentimen investor. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,6 basis poin menjadi 4,553%, sementara Indeks Dolar AS menguat 0,28% ke level 100,76.
Di pasar komoditas, mayoritas harga juga ditutup melemah. Minyak mentah WTI turun 0,82% menjadi USD 78,95 per barel dan Brent terkoreksi 0,85% menjadi USD 84,23 per barel. Sebaliknya, harga batu bara naik 1,15% menjadi USD 132 per ton dan minyak sawit mentah (CPO) menguat 0,11% ke MYR 4.606 per ton. Adapun harga emas turun 2,07% menjadi USD 3.977 per ons.
Pergerakan bursa Asia pada Kamis (16/7/2026) juga didominasi pelemahan. Indeks Hang Seng menjadi pengecualian dengan menguat 1,33%, sedangkan Nikkei turun 2,79% dan Shanghai Composite melemah 1,85%.
Di dalam negeri, IHSG justru ditutup menguat 1,10% ke level 6.108,21. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp1,224 triliun, yang terdiri atas Rp283,4 miliar di pasar reguler dan Rp940,9 miliar di pasar negosiasi.
Pada pasar reguler, saham dengan aliran dana asing terbesar adalah BBCA sebesar Rp186,7 miliar, disusul BMRI Rp180,1 miliar dan ANTM Rp59,2 miliar. Sementara itu, aksi jual bersih asing terbesar terjadi pada saham ASII sebesar Rp122,5 miliar, diikuti RANS Rp53,9 miliar dan BUMI Rp49,9 miliar.
Saham-saham yang menjadi penggerak utama penguatan IHSG adalah ASII, BMRI, dan BBCA. Sebaliknya, saham yang menjadi penekan indeks antara lain UNTR, VKTR, dan AMRT.
Memasuki perdagangan Jumat pagi, bursa Korea Selatan (KOSPI) tidak beroperasi, sementara indeks Nikkei dibuka melemah 2,99%. Dengan mempertimbangkan kondisi pasar global dan regional yang masih dibayangi sentimen negatif, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG berpotensi bergerak melemah pada perdagangan hari ini.
