TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pertamina Drilling Tegaskan Posisi sebagai Pemilik Land Rig Terbesar di Asia Tenggara, Siap Perkuat Layanan Pengeboran Terintegrasi

Albarsyah
24 July 2026 | 13:35
rubrik: BUMN
Pertamina Drilling Tegaskan Posisi sebagai Pemilik Land Rig Terbesar di Asia Tenggara, Siap Perkuat Layanan Pengeboran Terintegrasi

Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menegaskan posisinya sebagai pemilik armada land rig terbesar di Asia Tenggara sekaligus memperkuat perannya sebagai penyedia solusi pengeboran terintegrasi (one stop drilling solution) untuk mendukung ketahanan energi nasional dan ekspansi bisnis di pasar internasional.

Hal itu disampaikan Vice President Corporate Secretary & Legal Counsel Pertamina Drilling, Himawan Djatmiko, saat ditemui awak media di Jakarta, Rabu (22/7).

Menurut Himawan, Pertamina Drilling merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina yang berperan sebagai penyedia jasa pengeboran dan layanan pendukung bagi seluruh regional Subholding Upstream maupun pasar non-captive.

“Kami adalah land rig owner terbesar di Asia Tenggara, dengan 53 unit rig onshore berkapasitas 150 HP hingga 2.000 HP yang siap mendukung berbagai kebutuhan pengeboran,” ujar Himawan.

Selain armada land rig tersebut, Pertamina Drilling saat ini mengoperasikan total 58 unit rig, yang terdiri atas 53 land rig, tiga jack-up rig melalui strategic alliance, serta dua offshore workover rig berkapasitas 550 HP.

Himawan mengatakan, sebagai salah satu perusahaan jasa hulu migas terbesar di Indonesia, Pertamina Drilling tidak hanya menyediakan armada rig, tetapi juga menghadirkan layanan pengeboran yang terintegrasi.

“Sebagai salah satu penyedia jasa upstream terkemuka di Indonesia, kami menghadirkan solusi pengeboran terintegrasi melalui layanan one stop drilling solution, IPM (Integrated Project Management)” katanya.

Layanan tersebut didukung lebih dari 110 layanan associated drilling dan non-rig services, mulai dari directional drilling, cementing, mud logging, fishing, hydraulic fracturing and stimulation, drilling completion fluid services, hingga plug and abandonment.

Operasional Pertamina Drilling saat ini menjangkau lima regional Subholding Upstream Pertamina, yakni Pertamina Hulu Rokan, Pertamina EP, Pertamina Hulu Indonesia, dan Pertamina EP Cepu, serta mendukung Pertamina Geothermal Energy dan Kilang Pertamina Balikpapan. Perusahaan juga melayani pelanggan non-captive seperti ExxonMobil dan Petronas, serta memiliki aktivitas internasional bersama UZMA di Malaysia dan Drilling Consultant di Timor Leste.

BACA JUGA:   Hutama Karya Gelar Acara Spesial Hari Pelanggan Nasional

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Pertamina Drilling juga memiliki Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Indramayu yang menjadi satu-satunya pusat pelatihan pengeboran di Indonesia yang dilengkapi real rig 150 HP sebagai simulator. Fasilitas tersebut telah dimanfaatkan peserta dari Tanzania, Namibia, Timor Leste, hingga Medco Energi.

Dari sisi kinerja bisnis, Pertamina Drilling membukukan pertumbuhan yang konsisten. Pendapatan meningkat dari US$ 221,1 juta pada 2020 menjadi US$ 435,7 juta pada 2025, sementara laba bersih naik dari US$ 6,43 juta menjadi US$ 29,61 juta pada periode yang sama.

Perusahaan juga mencatatkan Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,29 pada 2025 atau sekitar 29 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata industri global IADC sebesar 0,41. Sementara Non-Productive Time (NPT) berada di angka 1,29 persen, sekitar enam kali lebih rendah dibandingkan rata-rata kontraktor rig di Indonesia yang mencapai 8,19 persen.

Ke depan, Pertamina Drilling memproyeksikan pertumbuhan pendapatan periode 2026–2034 dengan CAGR sekitar 11,33 persen. Strategi tersebut akan difokuskan pada penguatan bisnis End-to-End Well Construction, pengembangan proyek CCS/CCUS melalui skema Integrated CCS/CCUS Engineering Supervisory and Services (ICESS), ekspansi ke sektor panas bumi, proyek deepwater, penambahan armada jack-up rig, hingga perluasan bisnis internasional.

“Pertamina Drilling akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis industri hulu migas melalui inovasi, peningkatan kapabilitas layanan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Himawan.

Tags: pdsipertamina drillingpertamina drilling services indonesia
Previous Post

HKI Genjot Pembangunan Tol Betung-Jambi Seksi 1B, Progres Capai 31 Persen

Next Post

BCA Young Community Fest Kembali Digelar, Jembatani Pebisnis Muda untuk Berkolaborasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR