Jakarta, BusinessNews Indonesia – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengomentasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mendekati Rp 14.000/US$. Menurut Jokowi pemerintah akan menjalankan tugasnya.
“Pemerintah gak akan intervensi moneter karena di (tugas) BI,” ujar Jokowi dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembang), Senin (30/4/2018).
Menurut Jokowi, fundamental ekonomi RI masih baik dan akan terus menjaganya. “Akan ada rapat KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) dan tolong ditanya gubernur BI dan menkeu (menteri keuangan),” tutur Jokowi.
Sementara itu, Indeks dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (30/4/2018) diperkirakan bergerak stabil ke level 91,0-92,0 seiring lebih rendahnya data pertumbuhan ekonomi AS di kuartal I-2018 sebesar 2,3 persen (QoQ) lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 2,9 persen.
Hal tersebut mendorong penurunan yield US treasury 10 tahun sebesar tiga bps ke level 2,95 persen. Turunnya US treasury 10 tahun tersebut kemungkinan meredakan aksi jual asing di pasar obligasi dan menstabilkan rupiah.
“Rupiah kemungkinan bergerak di rentang Rp13.850 per USD-Rp13.900 per USD,” tutur Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail dalam hasil risetnya, Senin, 30 April 2018.
Bloomberg, Jumat, 27 April 2018, mencatat rupiah melemah ke level Rp13.893 per USD dibandingkan pembukaan perdagangan yang berada di Rp13.875 per USD. Rupiah terpantau melemah hingga dua poin atau setara 0,01 persen.
Adapun rentang gerak rupiah pada perdagangan sore ini berada di level Rp13.875-Rp13.897 per USD. Sementara itu year to date return (ytd) tercatat sebesar 2,49 persen.
