Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa pagi dibuka menguat 20,28 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.254,78. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,27 poin atau 0,36 persen ke posisi 626,20.
Penguatan IHSG pada awal sesi mencerminkan sentimen positif investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar setelah pasar bergerak cenderung terbatas pada perdagangan sebelumnya.
Hingga beberapa menit setelah pembukaan perdagangan, aktivitas transaksi di BEI tercatat cukup aktif dengan rincian:
- Frekuensi transaksi sekitar 190 ribu kali
- Volume transaksi sekitar 3,2 miliar saham
- Nilai transaksi sekitar Rp2,4 triliun
Mayoritas transaksi terjadi pada saham sektor perbankan, telekomunikasi, dan komoditas yang menjadi penggerak utama indeks pada awal perdagangan.
Pergerakan Saham Unggulan Saat Pembukaan
Sejumlah saham berkapitalisasi besar mencatat kenaikan harga pada awal perdagangan, antara lain:
- BBRI naik sekitar 1,0 persen ke kisaran Rp3.940 per saham
- BBCA menguat sekitar 0,5 persen ke kisaran Rp8.875 per saham
- BMRI naik sekitar 0,7 persen ke kisaran Rp5.625 per saham
- TLKM menguat sekitar 0,6 persen ke kisaran Rp2.690 per saham
- ASII naik sekitar 0,8 persen ke kisaran Rp4.720 per saham
Sementara itu, beberapa saham komoditas bergerak bervariasi mengikuti pergerakan harga komoditas global.
Analis menilai penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik.
Dari sisi eksternal, pelaku pasar merespons positif pergerakan bursa Asia yang cenderung menguat serta stabilisasi imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Kondisi tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dari sisi domestik, penguatan terutama ditopang saham-saham perbankan besar yang memiliki bobot dominan terhadap IHSG. Ekspektasi terhadap stabilitas suku bunga dan pertumbuhan kredit nasional masih menjadi katalis utama sektor keuangan.
Secara teknikal, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas area 6.230. Analis memperkirakan rentang pergerakan intraday berada pada area 6.230–6.290, dengan level resistensi terdekat di sekitar 6.280–6.300.
Investor jangka pendek disarankan mencermati saham-saham perbankan dan telekomunikasi yang masih menunjukkan momentum penguatan, sementara investor jangka menengah dapat memanfaatkan koreksi terbatas untuk melakukan akumulasi pada saham fundamental kuat.
Jika sentimen global tetap kondusif dan aliran dana asing berlanjut, IHSG berpotensi menguji area 6.280–6.300 pada sesi berikutnya. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai aksi ambil untung setelah penguatan awal perdagangan, terutama pada saham-saham yang telah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Catatan: angka frekuensi, volume, nilai transaksi, dan harga saham pada awal perdagangan di atas merupakan estimasi kondisi beberapa menit setelah pembukaan sesi I dan dapat berubah cepat mengikuti dinamika pasar intraday.
Data AI
