Jakarta, TopBusiness – Perusahan consumer goods and agricultural commodities nasional – PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (IDX: WMPP) sepanjang enam bulan pertama di tahun 2026 berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 562,7 miliar secara konsolidasi, atau meningkat hingga 41,2% dibanding pendapatan pada periode yang sama tahun 2025.
Selain itu, Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 123,5 miliar, atau naik 194% YoY dari periode sebelumnya yang masih mencatat rugi bersih.
Apabila dilihat dari segmen usahanya, pendapatan ini paling bayak disumbang oleh lini bisnis peternakan unggas (poultry) sebesar 87,26%, diikuti oleh lini bisnis pengolahan daging (meat processing) sebesar 10,99%, dan lini bisnis peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 1,75%.
“Perbaikan kinerja Perseroan sepanjang semester 1 tahun ini menunjukkan Perseroan sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya, seiring dengan perbaikan kinerja Perseroan yang ditopang oleh berbagai katalis positif dari industri pangan global dan dalam negeri,” jelas Tumiyono, CEO PT Widodo Makmur Perkasa Tbk, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (5/8/2026).
Prospek positif industri pangan salah satunya didorong oleh permintaan protein hewani yang diproyeksi terus mengalami peningkatan, baik daging ayam, telur ayam dan daging sapi. Apalagi, sektor pangan juga menjadi fokus pemerintah saat ini.
Berdasarkan data dari BPS yang diolah tim riset internal Perseroan, konsumsi daging sapi dan kerbau pada tahun 2026 diproyeksi mencapai 986.170 ton, atau naik sekitar 14% dibanding tahun 2025.
Sementara itu, konsumsi daging ayam diprediksi mencapai 4,99 juta ton pada tahun 2026, atau naik hampir 5% dari tahun sebelumnya. Peluang inilah yang ditangkap oleh grup Perseroan sehingga dapat meningkatkan penjualan.
“Selain perbaikan di sisi pendapatan, Perseroan juga mulai menunjukkan perbaikan dalam kemampuan membayar hutang. Hal ini tercermin dari rasio lancar (current ratio) pada Q1-2026 mencapai 1,5 kali, dibandingkan 0,7 kali pada periode akhir 2025. Perbaikan ini merupakan dampak dari restrukturisasi kewajiban Perseroan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur,” ungkap Tumiyono.
Kedepannya, Perseroan akan tetap fokus melanjutkan strategi efisiensi serta meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas existing Perseroan.
Untuk mendukung hal ini, Perseroan berupaya mengumpulkan modal kerja dengan melakukan divestasi sejumlah aset Perseroan yang sudah tidak produktif serta membuka pintu untuk melakukan kerjasama dengan sejumlah mitra dan investor strategis.
Selain itu, Perseroan dan anak usaha Perseroan yaitu PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) juga mengambil langkah strategis melalui aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue.
Melalui aksi korporasi ini, Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8.472.672.000 saham baru untuk WMPP dan sebanyak banyaknya 6.004.705.896 saham baru untuk WMUU.
“Pada aksi korporasi ini, WMPP menargetkan jumlah dana yang terhimpun sebanyak-banyaknya sebesar Rp 635,45 miliar. Dalam hal ini, sekitar 36% dipakai untuk konversi utang pemegang saham dan pemegang MTN, serta sekitar 64% untuk modal kerja,” kata dia. “Untuk itu, ini merupakan langkah penting bagi Perseroan yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan positif kinerja Perseroan dan memperkuat daya saing dalam industri” pungkas Tumiyono.
