Jakarta, TopBusiness – PT Trisula Textile Industries Tbk (IDX: BELL) optimistis dapat mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 8% sepanjang 2026, seiring membaiknya permintaan pada paruh kedua tahun ini. Keyakinan tersebut didukung oleh kinerja solid yang dibukukan Perseroan selama semester I-2026, serta strategi peningkatan kapasitas produksi dan inovasi produk.
Direktur Utama BELL Karsongno Wongso Djaja mengatakan, Perseroan akan terus mengandalkan efektivitas produksi melalui peremajaan mesin, inovasi produk, serta integrasi bisnis dari hulu hingga hilir untuk menjaga momentum pertumbuhan.
“Kami sangat optimistis terhadap keberlanjutan kinerja positif BELL ke depan. Inovasi berkelanjutan menjadi salah satu strategi kami untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri tekstil,” ujar Karsongno dalam keterangan resminya, Rabu (6/8/2026).
Untuk mendukung target tersebut, BELL menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 21 miliar pada tahun ini. Sebanyak Rp 16 miliar dialokasikan untuk peremajaan mesin di segmen manufaktur guna meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi. Sementara sisanya digunakan untuk mendukung kegiatan riset dan pengembangan (R&D) melalui Trisula Innovation Center (TIC).
Melalui TIC, Perseroan memperkuat inovasi produk sekaligus meningkatkan kolaborasi dengan pelanggan dalam mengembangkan produk yang sesuai kebutuhan pasar. Langkah ini diharapkan mampu membuka segmen pasar baru dan menjadi sumber pertumbuhan penjualan pada paruh kedua tahun ini.
Optimisme tersebut ditopang oleh capaian kinerja semester I-2026 yang menunjukkan pertumbuhan positif. BELL membukukan penjualan sebesar Rp 330 miliar, meningkat 16,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara laba bersih melonjak 62,9% secara tahunan menjadi Rp 13 miliar.
Lini bisnis manufaktur masih menjadi kontributor utama dengan penjualan Rp188,4 miliar atau tumbuh 13,7% dibandingkan semester I-2025, sekaligus menyumbang 43% terhadap total penjualan konsolidasi.
Segmen distribusi juga mencatat pertumbuhan 23,9% menjadi Rp 105,9 miliar dengan kontribusi 24% terhadap total penjualan. Adapun segmen seragam menjadi pendorong pertumbuhan tertinggi setelah penjualannya melesat 322,8% menjadi Rp 66,4 miliar, didukung meningkatnya permintaan dari korporasi maupun instansi pemerintah dan swasta.
Di sisi lain, segmen ritel masih menghadapi tekanan akibat pelemahan daya beli masyarakat sehingga membukukan penjualan sebesar Rp75,3 miliar pada semester pertama tahun ini.
Perseroan juga mencatat laba operasional sebesar Rp 22,4 miliar atau naik 20,3% secara tahunan, mencerminkan efektivitas strategi operasional yang terus dijalankan.
Menurut Karsongno, pertumbuhan kuat pada segmen manufaktur dan seragam berhasil mengimbangi tantangan yang masih dihadapi bisnis ritel. Hal tersebut sekaligus menunjukkan efektivitas strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan di tengah dinamika industri tekstil.
Dengan dukungan peningkatan kapasitas produksi, inovasi melalui TIC, serta prospek permintaan yang diperkirakan membaik pada semester II-2026, BELL optimistis target pertumbuhan penjualan sebesar 8% hingga akhir tahun dapat tercapai.
