JAKARTA — Program transformasi BUMN terus berjalan melalui percepatan streamlining perusahaan sebagai upaya membangun struktur yang lebih ramping, efektif, dan efisien. Hingga saat ini, sebanyak 274 entitas telah ditata sebagai bagian dari transformasi pengelolaan BUMN.
Pada Kamis (6/8), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama Utusan Khusus Presiden untuk membahas perkembangan transformasi BUMN. Pertemuan tersebut membahas percepatan program streamlining serta berbagai perkembangan transformasi yang tengah dijalankan di lingkungan BUMN.
Dalam kesempatan tersebut, Dony menyampaikan bahwa program streamlining terus berjalan sesuai target.
“Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, resultnya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining. Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan,” ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Pertemuan tersebut juga memaparkan sejumlah dampak positif dari transformasi yang mulai dirasakan di sejumlah BUMN. Salah satunya melalui perubahan strategi bisnis Pupuk Indonesia yang berhasil membukukan laba hingga Rp6,1 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini.
Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa transformasi juga mulai mendorong peningkatan kapasitas produksi dan memperluas pasar ekspor industri pupuk nasional.
“Sekarang kita sudah membangun 8, memperbaiki 8 pabrik pupuk kita. Dan kita sudah mulai ekspor pupuk kita, bulan lalu ekspor perdana kita ke Australia. Jadi kita sudah menjadi eksportir pupuk sekarang,” ujar Dony.
Melalui transformasi yang terus dijalankan, BP BUMN bersama Danantara mendorong BUMN menjadi perusahaan yang lebih sehat, adaptif, dan berdaya saing. Penyederhanaan struktur perusahaan, penguatan strategi bisnis, serta peningkatan kinerja operasional diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
