TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bendungan Tapin Jadi Andalan Menjaga Ketersediaan Air di Musim Kemarau

Albarsyah
8 August 2026 | 14:55
rubrik: Business Info
Akhir Pekan ke Danau Bakuok, Wisata Baru yang Menawan di Kampar

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) optimalkan peran Bendungan Tapin di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan dalam mengatur pemanfaatan air agar kebutuhan masyarakat, sektor pertanian, dan lingkungan tetap terpenuhi secara optimal saat musim kemarau.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Menteri PU Dody Hanggodo untuk mendukung target Swasembada Pangan dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino dengan menjaga ketersediaan air irigasi.

“Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan,” kata Menteri Dody.

Secara teknis, Bendungan Tapin yang dikelola oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III ini berperan sebagai infrastruktur penyangga utama dalam menanggulangi deviasi iklim ekstrim akibat fenomena El Niño di wilayah Kalimantan Selatan. Saat ini volume tampungan tercatat sebesar 35.957.287 (m³)/ 68.12% dari kapasitas Tampungan Muka Air Normal.

5 Peran Strategis Bendungan Tapin

Dalam menghadapi puncak musim kemarau dan fenomena El Nino, Bendungan Tapin memiliki lima peran yang strategis. Pertama, optimasi pola operasi waduk (maximum storage retention). Pengelola waduk pada Bendungan Tapin menerapkan pola operasi dengan mempertahankan ketersediaan air sesuai Rencana Tahunan Operasi Waduk atau menjaga elevasi muka pada batas operasi normal.

Kedua, menjaga kontinuitas air baku dan aliran sungai. Dengan suplai konstan pada Potensi Air Baku sebesar 500 L/s, bendungan menjaga pasokan air baku dan mempertahankan debit pemeliharaan sungai. Ketiga, pemantauan hidrologi presisi berbasis real-time data. Operasi pengeluaran air (outflow release) disesuaikan secara dinamis dengan memperhitungkan inflow dari hulu serta pemodelan cuaca dari BMKG dan BRIN.

BACA JUGA:   Pemerintah Diminta Mempertegas Peran Militer dan Nonmiliter

Keempat, penyesuaian pemanfaatan di hilir dengan memprioritaskan terlebih dahulu sesuai urutan prioritas pemenuhan/pemanfaatan air seperti mendahulukan untuk kebutuhan air baku baru kemudian untuk irigasi, kebutuhan industri, energi listrik dan pariwisata. Kelima, mitigasi dampak sekunder (penurunan risiko karhutla). Rilis air teratur ke alur sungai dan saluran irigasi membantu memperkecil penurunan tinggi muka air tanah (water table) di wilayah sekitarnya.

Optimalisasi Bendungan Tapin ini selaras dengan Visi PU 608, melalui infrastruktur yang tepat sasaran dan memberikan nilai tambah bagi sektor-sektor produktif, sehingga mampu menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

WIKA Group Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular di Pulau Pari

Next Post

Akhir Pekan ke Danau Bakuok, Wisata Baru yang Menawan di Kampar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR