TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SMI Perkuat GRC, Bisnis Tumbuh Berkelanjutan dan Peran sebagai Agen Pembangunan Kian Strategis

Albarsyah
10 August 2026 | 14:23
rubrik: Event
SMI Perkuat GRC, Bisnis Tumbuh Berkelanjutan dan Peran sebagai Agen Pembangunan Kian Strategis

foto: https://www.ptsmi.co.id/

Jakarta, TopBusiness – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menegaskan komitmennya dalam memperkuat penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai fondasi utama pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan kepemilikan saham negara 100 persen, PT SMI terus menjalankan mandat sebagai agen pembangunan nasional sejak berdiri pada 2009.

Dengan visi menjadi katalis kuat peningkatan kesejahteraan bangsa, mitra terpercaya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, serta penggerak utama percepatan pembangunan infrastruktur, PT SMI menempatkan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan sebagai pilar strategis dalam setiap aktivitas bisnisnya.

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menegaskan bahwa perusahaan tidak sekadar menyalurkan pembiayaan proyek infrastruktur, tetapi memastikan setiap dana yang digelontorkan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. “Setiap satu rupiah yang kami salurkan harus memberikan multiplier effect bagi pembangunan nasional maupun daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Reynaldi saat sesi tanya jawab dengan panitia TOP GRC Award, Jumat (7/8/2026) akhir pekan kemarin.

Menurutnya, sebagai lembaga keuangan milik negara, PT SMI menerapkan prinsip kehati-hatian secara ketat dalam menyalurkan pembiayaan maupun mengelola keuangan perusahaan agar tetap sehat, likuid, dan mampu mendukung pembangunan secara berkelanjutan.

Kinerja Keuangan Menguat Berkat Tata Kelola Disiplin

Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Pradana Murti, menjelaskan bahwa penerapan Good Corporate Governance (GCG), sistem manajemen anti penyuapan, serta penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting yang menopang kinerja perusahaan.

Hingga akhir 2025, PT SMI mencatatkan sejumlah indikator keuangan yang kuat, antara lain:

  • Laba bersih Rp2,9 triliun, tumbuh 30,1 persen (YoY).
  • Capital Adequacy Ratio (CAR) 48,54 persen, menunjukkan permodalan yang sangat solid.
  • Liquidity Coverage Ratio (LCR) di atas 150 persen, mencerminkan kemampuan memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek.
  • Perseroan tetap membukukan laba pada seluruh skenario stress test.

Selain itu, PT SMI meraih skor GCG Assessment 92,840 dengan predikat “Sangat Baik”.

BACA JUGA:   SMI Tebarkan Kebaikan kepada Pemangku Kepentingan

Pradana menambahkan bahwa penguatan budaya integritas dilakukan melalui implementasi SMAP ISO 37001, Whistleblowing System (WBS), serta pengendalian gratifikasi yang berjalan secara konsisten. “Profil risiko, Risk Appetite Statement (RAS), dan stress testing kami gunakan secara konsisten untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang prudent,” jelasnya.

Struktur Komite Diperkuat untuk Pengawasan Berlapis

Untuk memastikan pengendalian yang efektif, PT SMI membangun struktur komite berlapis di bawah Dewan Komisaris dan Direksi.

Di bawah pengawasan Dewan Komisaris terdapat:

  • Komite Pemantau Risiko
  • Komite Audit
  • Komite Nominasi dan Remunerasi

Sementara di bawah koordinasi Direktur Utama terdapat Sekretaris Perusahaan dan Audit Internal, serta Dewan Pengawas Syariah yang mengawasi aspek usaha syariah dan pengembangan korporasi.

Adapun komite yang berada langsung di bawah Direksi meliputi:

  • Komite Risiko dan Kapital
  • Komite ALM
  • Komite Kebijakan Umum dan Prosedur
  • Komite Pengelolaan SDM
  • Komite Monitoring
  • Komite Pembiayaan
  • Komite Penyertaan Modal
  • Komite Pengembangan Proyek dan Jasa Konsultasi
  • Komite Teknologi Informasi
  • Komite Target

Setiap direktorat juga memiliki komite teknis yang fokus pada pembiayaan, investasi, pengembangan proyek, operasional, keuangan, teknologi informasi, hingga evaluasi risiko lingkungan dan sosial.

Menurut Pradana, pembentukan komite-komite tersebut bertujuan memperkuat pengawasan internal, memitigasi risiko dari dalam maupun luar perusahaan, serta mencegah terjadinya pembiayaan bermasalah.

PT SMI juga terus membangun budaya risiko (risk culture) di seluruh organisasi agar setiap insan perusahaan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap risiko dan kepatuhan. “Budaya risiko menjadi fondasi agar perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan terus memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi bangsa,” tegas Pradana.

Dengan penguatan GRC, struktur pengawasan yang komprehensif, serta kinerja keuangan yang solid, PT SMI menegaskan posisinya sebagai lembaga pembiayaan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada penciptaan nilai keberlanjutan bagi Indonesia.

Tags: smi
Previous Post

Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Tapi Masih Level Optimis

Next Post

Industri Gim Tumbuh 18,22 Persen, Pemerintah Dorong Ekspansi ke Pasar Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR