TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Gim Tumbuh 18,22 Persen, Pemerintah Dorong Ekspansi ke Pasar Global

Nurdian Akhmad
10 August 2026 | 14:41
rubrik: Ekonomi
Industri Gim Tumbuh 18,22 Persen, Pemerintah Dorong Ekspansi ke Pasar Global

Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Jakarta, TopBusiness – Industri gim Indonesia mulai diarahkan untuk tidak hanya menggarap pasar domestik, tetapi juga memperluas penetrasi ke pasar internasional. Pemerintah menilai ekspansi global menjadi langkah penting agar pertumbuhan subsektor aplikasi dan gim dapat memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan perkembangan subsektor aplikasi dan gim menunjukkan prospek yang semakin menjanjikan. Subsektor tersebut tercatat tumbuh 18,22% dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menunjukkan besarnya potensi gim sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif nasional.

“Pertumbuhan subsektor aplikasi dan gim meningkat 18,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tentu pertumbuhan ini menjadi sangat signifikan dengan menyerap tenaga kerja yang didukung program dari Kementerian Ekraf untuk meningkatkan investasi,” kata Riefky dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Menurut Riefky, tantangan industri gim nasional saat ini tidak lagi sebatas menghasilkan karya. Persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana produk-produk tersebut dapat dikembangkan menjadi produk komersial yang memiliki akses pasar lebih luas.

Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan industri untuk mempercepat pengembangan, investasi hingga komersialisasi gim lokal.

“Pendekatan yang dibutuhkan yaitu melalui kolaborasi Pemerintah dan stakeholder dalam mengakselerasi dan mengkomersialisasi dengan baik sehingga semakin banyak gim-gim Indonesia yang masuk ke pasar global,” ujarnya.

Riefky mengatakan perluasan pasar menjadi salah satu kunci untuk memastikan pertumbuhan industri gim tidak berhenti pada peningkatan produksi dan jumlah pengguna di dalam negeri.

Menurut dia, gim lokal memiliki peluang untuk menjadi produk kreatif yang dapat diekspor sekaligus membawa kreativitas Indonesia ke pasar internasional.

Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif telah menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan eksposur gim buatan pengembang dalam negeri.

BACA JUGA:   Rupiah Sentuh Rp 13.600 dan IHSG Mencium Level 4622, FKSSK Merapat Malam Ini.

Salah satunya dilakukan melalui Games Corner di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang menampilkan sembilan gim Indonesia. Langkah tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan karya pengembang lokal kepada masyarakat sekaligus wisatawan mancanegara.

Selain itu, pemerintah juga membawa 10 gim lokal ke ajang Gameseed untuk membuka peluang akses pasar internasional.

Menurut Riefky, semakin luasnya eksposur akan memberikan kesempatan kepada pengembang lokal untuk memperoleh pasar baru dan memperkenalkan produk kreatif Indonesia ke tingkat global.

Ekspansi tersebut juga diharapkan memberikan dampak berganda bagi perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi hingga bertambahnya sumber pendapatan dari pasar internasional.

RI Mulai Jadi Negara Pembuat Gim

Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein mengatakan perkembangan industri gim nasional dalam satu dekade terakhir menunjukkan adanya perubahan posisi Indonesia dalam industri tersebut.

Indonesia, kata dia, perlahan tidak lagi hanya menjadi pasar bagi produk gim dari luar negeri, tetapi mulai berkembang sebagai negara yang mampu menciptakan dan mengembangkan gim sendiri.

“Indonesia bukan hanya negara yang memainkan, tapi menjadi negara yang membuat gim,” ujar Shafiq.

Menurutnya, perubahan tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan industri gim nasional. Namun, pertumbuhan industri membutuhkan ekosistem yang sehat agar pengembang lokal memiliki ruang untuk bereksperimen, belajar dan berkompetisi berdasarkan kualitas.

Ekosistem tersebut mencakup pengembang gim, penerbit, komunitas, kreator konten hingga talenta-talenta baru yang masuk ke industri.

Dengan ekosistem yang semakin kuat, semakin banyak gim Indonesia diharapkan mampu menembus pasar global. Tidak hanya menghasilkan pendapatan dari luar negeri, produk tersebut juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan cerita, budaya dan kreativitas Indonesia kepada masyarakat dunia.

BACA JUGA:   IHW 2023 Geliatkan Sektor Ekonomi Kreatif, Hurremfia, Amatya, dan Nyotoe Tampilkan Brand Baru

Penguatan ekosistem industri gim juga menjadi bagian dari penyelenggaraan Hari Game Indonesia (HARGAI) ke-10 yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pelaku industri, mulai dari pengembang gim, penerbit, komunitas, kreator konten, pelajar hingga masyarakat umum.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 15 studio gim dan lima board game turut memperkenalkan karya dan talenta lokal.

Kehadiran berbagai pelaku tersebut menunjukkan semakin berkembangnya ekosistem gim nasional yang tidak hanya melibatkan pengembang, tetapi juga sektor pendukung lainnya.

Kementerian Ekonomi Kreatif berharap penguatan ekosistem tersebut dapat mendorong industri gim naik kelas. Pertumbuhan industri tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah gim yang diproduksi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan nilai ekonomi dan bersaing di pasar internasional.

Dengan demikian, industri gim diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, menghasilkan devisa dan membawa karya kreatif Indonesia ke pasar global.

Tags: ekonomi kreatifProduksi Gim
Previous Post

SMI Perkuat GRC, Bisnis Tumbuh Berkelanjutan dan Peran sebagai Agen Pembangunan Kian Strategis

Next Post

GIIAS 2026: Mobil Masa Depan Tak Lagi Sekadar Cepat, tetapi Mampu Mengenali Risiko di Jalan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR