TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Awas Kembali Koreksi, Enam Saham Ini Jadi Pilihan: INDF, JPFA, ULTJ, AMMN, ELSA, dan ADRO

Busthomi
12 August 2026 | 08:32
rubrik: Capital Market
IHSG Naik Terbatas

Ilustrasi laju saham. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 1.53%, disertai dengan net sell asing ~280 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, BMRI, ASII, BBCA, dan PGAS.

Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, laju IHSG akan mencoba untuk break resistance kuat di 6300. Hati-hati jika gagal break resistance tersebut, bisa kembali koreksi cukup dalam.

“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diperkirakan di kisaran 6100-6200 dan level Resist IHSG diproyeksi di rentang 6300-6350,” ujar dia, dalam risetnya, Rabu (12/8/2026).

Trading Idea hari ini: INDF, JPFA, ULTJ, AMMN, ELSA, dan ADRO

  • INDF Spec Buy dengan area beli di 7225-7275, cutloss di bawah 7200. Target dekat di 7325-7450.
  • JPFA Spec Buy dengan area beli di 2200, cutloss di bawah 2180. Target dekat di 2230-2270.
  • ULTJ Spec Buy dengan area beli di 1480-1495, cutloss di bawah 1455. Target dekat di 1515-1545.
  • AMMN Spec Buy dengan area beli di 4200-4250, cutloss di bawah 4160. Target dekat di 4300-4400.
  • ELSA Spec Buy dengan area beli di 685-695, cutloss di bawah 675. Target dekat di 710-720.
  • ADRO Spec Buy dengan area beli di 2510-2530, cutloss di bawah 2500. Target dekat di 2550-2580.

Global Overnight Review

Wall Street Ditutup Melemah, Harapan Damai AS-Iran Memudar. Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (11/8). Wall Street tertekan setelah optimisme terhadap potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran kembali meredup.

Indeks S&P 500 turun 0,32%, Nasdaq melemah 0,60%, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,34%.

Investor kembali mencermati ketegangan di Timur Tengah setelah pejabat baru Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup selama AS tidak mengubah sikap dan menerima persyaratan Iran untuk mengakhiri perang.

BACA JUGA:   Ide Trading Hari Ini, Buy Saham NCKL, INET, MBMA, BUVA, BUMI, dan TPIA

Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat berlangsung lebih lama dan mengganggu pasokan energi global.

Harga minyak mentah Brent bertahan di sekitar level tertinggi dalam sepekan, meski pergerakannya cukup bergejolak. Kenaikan harga energi turut mengangkat sektor energi S&P 500 sebesar 1,1%. Tekanan juga datang dari saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

Amazon turun 2,1%, dan Alphabet melemah 3,8%. Sementara itu, saham SpaceX turun hampir 4%. Di sisi lain, saham Apollo Global naik 6,2% dan Blackstone melonjak hampir 4%.

Dari sisi korporasi, saham Jabil menguat 5,9% setelah UBS menaikkan rekomendasi saham perusahaan elektronik tersebut menjadi “buy” dari sebelumnya “neutral”.

Sedangkan, saham On anjlok 20,3% setelah perusahaan pakaian olahraga tersebut mencatat penjualan di bawah ekspektasi. Saham perusahaan LNG Venture Global juga turun 7,3% setelah pendapatan Q2 sedikit meleset dari perkiraan.

Harga Minyak Naik, Bursa Asia Tertekan. Harga minyak kembali menguat pada Selasa (11/8), setelah negosiasi antara AS dan Iran terkait kesepakatan damai serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Kondisi tersebut turut membuat pergerakan saham Asia cenderung terbatas karena investor masih mencermati ketidakpastian inflasi global.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Senin merespons persyaratan Iran untuk mencapai kesepakatan damai dengan tuntutannya sendiri.

Trump meminta Iran membayar kompensasi atas orang-orang yang tewas dalam perang, serangan, dan aksi protes.

Sementara bursa saham Korea Selatan kembali menguat, karena saham produsen chip Samsung Electronics melonjak lebih dari 4%. Indeks KOSPI naik 0,73%, dan KOSDAQ menguat 0,39%.

Sedangkan di Australia, indeks ASX 200 bertambah 0,19%. Di sisi lain, Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan tetap di level 4,35%.  (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Tags: rekomendasi sahamsahamsaham hari inisaham pilihan
Previous Post

Kans Pasar Lanjutkan Bearish, Empat Saham Ini Direkomendasikan Buy: BBRI, PGEO, BRPT, dan CUAN

Next Post

Tinjau Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Menteri PU Apresiasi Hutama Karya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR