Jakarta, BusinessNews Indonesia – Anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) bernama PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) meraih kontrak jasa pertambangan baru senilai lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliunĀ (kurs Rp 13.500 per dolar AS) dengan PT Indonesia Pratama (IPR). Sedangkan PT Indonesia Pratama merupakan anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Dalam keterbukaan informasi perusahaan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), kontrak jasa pertambangan yang dilakukan dengan PT Indonesia Pratama itu berlokasi di Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kerja sama antara kedua belah pihak itu meliputi pengupasan lapisan tanah penutup dengan perkiraan volume sebesar 287 juta bcm dan 96 juta ton untuk batu bara. Selain itu, BUMA juga akan mengerjakan pengangkutan batu bara sebesar 95 juta ton melalui kontrak pengangkutan batu bara.
Kontrak-kontrak tersebut berdurasi selama delapan tahun hingga Desember 2025 mendatang. Rata-rata produksi yang akan dihasilkan ialah sebesar 38 bcm hingga 42 bcm per tahun untuk pengupasan lapisan tana penutup serta 12 hingga 14 juta ton untuk batu bara. Produksi sendiri akan dimulai pada Juli 2018 mendatang.
