Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan setelah ditutup naik 1,68 persen ke level 6.501. Penguatan tersebut disertai munculnya volume pembelian, sementara area penguatan terdekat yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai.
Dalam laporan MNCS Daily Scope Wave edisi 21 Agustus 2026, MNCS Sekuritas menilai terdapat dua skenario pergerakan IHSG. Pada skenario terbaik atau best case, IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], sehingga masih berpeluang melanjutkan kenaikan dengan target berikutnya di level 6.544.
Sementara pada skenario terburuk atau worst case, IHSG diperkirakan telah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal. Kondisi ini membuat indeks rawan mengalami koreksi ke rentang 6.056 hingga 6.230 untuk membentuk wave (b).
MNCS Sekuritas menetapkan area support IHSG pada level 6.296 dan 6.201, sedangkan resistance berada di level 6.599 dan 6.763.
Seiring proyeksi tersebut, MNCS Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan dengan strategi buy on weakness, yakni ARCI, BIPI, NCKL, dan RMKE.
Pada saham ARCI, MNCS Sekuritas mencatat saham tersebut menguat 5,38 persen ke level Rp1.370 dan disertai munculnya volume pembelian. Posisi ARCI diperkirakan sedang berada di awal wave (iv) dari wave [c]. Area buy on weakness berada pada kisaran Rp1.175-Rp1.305, dengan target harga Rp1.455 dan Rp1.525 serta batas stoploss di bawah Rp1.155.
Sementara BIPI menguat 1,33 persen ke level Rp152 dan disertai volume pembelian. Pergerakan saham ini juga mampu bertahan di atas MA20. MNCS Sekuritas memperkirakan posisi BIPI sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C. Rekomendasi buy on weakness berada di area Rp149-Rp152, dengan target harga Rp162 dan Rp174 serta stoploss di bawah Rp147.
Adapun NCKL naik 2,70 persen ke level Rp950 dengan munculnya volume pembelian. Secara teknikal, posisi NCKL diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave 3. MNCS Sekuritas merekomendasikan buy on weakness pada kisaran Rp935-Rp950, dengan target harga Rp1.010 dan Rp1.055. Batas stoploss ditetapkan di bawah Rp920.
Untuk RMKE, saham ini terkoreksi 1,83 persen ke level Rp430 dan disertai tekanan jual. Pergerakannya juga belum mampu menembus MA60. Kendati demikian, MNCS Sekuritas memperkirakan RMKE sedang berada di awal wave [iii] dari wave C. Area buy on weakness direkomendasikan pada rentang Rp412-Rp426, dengan target harga Rp450 dan Rp470 serta stoploss di bawah Rp402.
