TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Seluruh Akses Jalan Longsor di Pulau Palue Kini Fungsional

Albarsyah
22 August 2026 | 12:57
rubrik: Business Info
Seluruh Akses Jalan Longsor di Pulau Palue Kini Fungsional

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan seluruh ruas jalan utama di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali terbuka dan dapat dilalui masyarakat setelah penanganan titik-titik longsor pascagempa. Kondisi ini membuka kembali aksesibilitas masyarakat antardesa sekaligus mendukung distribusi bantuan dan kebutuhan dasar di Pulau Palue.

Pada Sabtu (22/8) pagi, Kementerian PU telah menyelesaikan penanganan 10 titik longsor pada Ruas Jalan Krica-Nitung sepanjang 10,5 km sedangkan 3 titik longsor pada Ruas Krica-Lidi sepanjang 4,1 km telah diselesaikan dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka. Saat ini kedua ruas tersebut telah kembali fungsional.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan konektivitas menjadi prioritas dalam penanganan infrastruktur terdampak gempa di Palue, karena akses jalan memiliki peran penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dan memperoleh kebutuhan dasar.

“Kementerian PU terus berusaha agar akses jalan kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” kata Menteri Dody.

Penanganan kedua ruas jalan tersebut menjadi prioritas karena merupakan akses jalan untuk mobilitas antardesa, menuju pusat pelayanan, maupun menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi sehari-hari. Terbukanya akses darat juga mempermudah pergerakan bantuan dan kebutuhan masyarakat menuju wilayah terdampak.

Untuk mendukung percepatan penanganan di Pulau Palue, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah memobilisasi dua unit excavator dan satu unit kendaraan pikap L300 dari Pelabuhan Maumere di Pulau Flores menuju Pulau Palue. Peralatan tersebut digunakan untuk membuka akses dan membersihkan material longsoran di sejumlah titik.

Pulau Palue merupakan pulau yang berada di sebelah utara Pulau Flores dan secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Sikka. Pulau ini memiliki luas sekitar 41 km² dan terdiri atas delapan desa, yaitu Nitunglea, Lidi, Reruwairere, Maluriwu, Kesokoja, Ladolaka, Tuanggeo, dan Rokirole.

BACA JUGA:   Kementerian PU Percepat Selesainya Pembangunan Jaringan Irigasi Pidekso

Meskipun seluruh ruas jalan utama telah kembali fungsional, Kementerian PU bersama pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan kondisi jalan di Pulau Palue. Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi munculnya titik longsor atau gangguan baru akibat gempa susulan yang masih terjadi.

Kementerian PU berkomitmen terus mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak bencana di NTT, dengan mengutamakan aksesibilitas masyarakat agar aktivitas sehari-hari, distribusi bantuan, dan kegiatan sosial ekonomi dapat kembali berjalan.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

Kolaborasi Hutama Karya dan Tiga BUMN Dorong Aksi Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

Next Post

Mangkubuwono Reserve: Hunian Residence Reserve di Koridor JORR Timur Jakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR