Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) resmi memperoleh Peringkat Nasional Jangka Panjang ‘AA(idn)’ dengan Outlook Stabil dari Fitch Ratings Indonesia pada Agustus 2026. Peringkat nasional perdana ini menjadi pengakuan terhadap profil kredit HKI yang kuat, ditopang kondisi keuangan yang sehat, kapabilitas operasional, serta peran strategis perusahaan dalam ekosistem PT Hutama Karya (Persero).
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko HKI, Dadan Hikmat Ramdani, mengatakan capaian tersebut menjadi validasi eksternal terhadap upaya perusahaan dalam menjaga kualitas bisnis dan memperkuat pengelolaan risiko di tengah dinamika industri konstruksi.
“Peringkat ‘AA(idn)’ dengan Outlook Stabil menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental dan kemampuan HKI dalam menjaga keberlanjutan usaha. Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mempertahankan disiplin finansial, memperkuat manajemen risiko, serta memastikan setiap keputusan bisnis dijalankan secara prudent dan terukur,” ujar Dadan.
Dalam skala peringkat nasional Indonesia, peringkat ‘AA(idn)’ menunjukkan ekspektasi risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan dengan perusahaan atau instrumen lain di Indonesia.
Dalam penilaiannya, Fitch turut mempertimbangkan posisi strategis HKI sebagai bagian dari ekosistem bisnis PT Hutama Karya (Persero). Keterkaitan operasional dengan induk perusahaan serta rekam jejak HKI dalam mendukung pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menjadi sejumlah faktor yang menopang profil kredit perusahaan.
Dari sisi keuangan, Fitch menilai HKI memiliki profil finansial yang sehat dengan dukungan posisi net cash dan likuiditas yang kuat. Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk menjaga kelancaran operasional sekaligus mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
Sejalan dengan penguatan fundamental perusahaan, HKI terus mendorong diversifikasi portofolio. Strategi tersebut diarahkan untuk membangun sumber pertumbuhan yang lebih beragam sekaligus memperkuat daya saing HKI di industri konstruksi nasional.
Menurut Dadan, ekspansi bisnis akan tetap dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kualitas proyek, profil risiko, serta keberlanjutan kinerja perusahaan.
“Ke depan, pertumbuhan HKI akan terus diarahkan pada bisnis yang sehat, selektif, dan berkelanjutan. Langkah ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-3, khususnya dalam melanjutkan pengembangan infrastruktur dan mendorong terciptanya lapangan kerja berkualitas. Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, kami optimistis HKI dapat terus tumbuh sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” tutup Dadan.
