TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Enam Kesepakatan EBT Diteken di IndoEBTKE ConEx 2026, Dorong Bioetanol hingga Hidrogen

Albarsyah
2 September 2026 | 16:40
rubrik: Business Info
Enam Kesepakatan EBT Diteken di IndoEBTKE ConEx 2026, Dorong Bioetanol hingga Hidrogen

Jakarta, TopBusiness — Enam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) diteken untuk mendukung pengembangan energi baru, energi terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) dalam ajang IndoEBTKE ConEx 2026 di Jakarta, Rabu (2/9).

Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, investor, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam mempercepat transisi energi menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Enam kesepakatan tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari pengembangan bioetanol berbahan baku molase dan singkong, biometanol dari limbah Palm Oil Mill Effluent (POME), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pengembangan hidrogen di Indonesia Timur, hingga proyek konservasi lingkungan.

IndoEBTKE ConEx ke-12 yang berlangsung pada 2–4 September 2026 resmi dibuka oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung.

Dalam sambutannya, Yuliot mengatakan pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan dapat mendorong penyediaan listrik yang lebih murah bagi masyarakat. Menurut dia, sejumlah negara telah meningkatkan porsi energi terbarukan dalam sistem kelistrikannya.

Yuliot juga menekankan pentingnya penguatan kemandirian, ketahanan, dan swasembada energi nasional. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah mempercepat penggunaan kendaraan listrik sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Di sisi lain, Yuliot mengingatkan bahwa keterlambatan dalam proses transisi energi dapat memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, ketergantungan terhadap energi fosil dapat meningkatkan beban fiskal karena harga energi fosil sebagai salah satu sumber energi utama dalam negeri cenderung berfluktuasi.

“Ketergantungan pada energi fosil yang harganya fluktuatif dan berbiaya tinggi akan terus membebani fiskal negara,” kata Yuliot.

Adapun enam kesepakatan yang diteken dalam rangka mendukung program EBTKE tersebut adalah sebagai berikut:

  1. MoU on Cooperation in Renewable Energy Development antara PT Pertamina Power Indonesia (PPI) dan PT Agrinas Palma Nusantara. Kesepakatan ini berfokus pada kerja sama pengembangan energi terbarukan.
  2. Memorandum of Understanding concerning Cooperation in the Development of a Bioethanol Plant antara PT Medco Intidinamika, afiliasi PT Medco Energi Internasional Tbk, dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia (PPI). Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan fasilitas produksi bioetanol.
  3. MoU concerning Cooperation in Development of Biomethanol Production from Palm Oil Mill Effluent antara PT Pertamina Power Indonesia (PPI) dan Globaltec Desarrollos e Ingeniería, S.A. Kerja sama ini berkaitan dengan pengembangan produksi biometanol yang memanfaatkan limbah POME.
  4. MoU regarding the Cooperation Plan for the Development of a Sugarcane Molasses-Based Bioethanol Plant under the Ministry of Agriculture’s Plantation Downstreaming Program antara PT Pertamina Power Indonesia (PPI) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Kesepakatan ini diarahkan pada pengembangan pabrik bioetanol berbahan baku molase tebu dalam rangka program hilirisasi perkebunan Kementerian Pertanian.
  5. VCS Listing Representation: Rangkong Basaken Landscape Conservation Project antara PT Pertamina Power Indonesia (PPI) dan PT Inhutani I (Persero). Kesepakatan tersebut berkaitan dengan proyek konservasi lanskap Rangkong Basaken.
  6. Joint Development Study Agreement regarding Cooperation on the Feasibility Study for the Development of Renewable Projects (Solar Photovoltaic Power Plants Integrated with Electrolysers and Hydrogen Fuel Cells in Eastern Indonesia) antara PT Pertamina Power Indonesia (PPI) dan Hydrogene de France. Kerja sama ini mencakup studi kelayakan pengembangan proyek energi terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga surya yang terintegrasi dengan elektroliser dan sel bahan bakar hidrogen di wilayah Indonesia Timur.
BACA JUGA:   Diresmikan Presiden Jokowi, Bendungan Sukamahi Kurangi Risiko Banjir Jakarta

Enam kesepakatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem energi terbarukan di Indonesia sekaligus membuka peluang investasi dan kolaborasi dalam mendukung percepatan transisi energi nasional menuju target NZE 2060.

Tags: indoebtke conex 2026
Previous Post

Pemegang Saham Terbesar Gindra Tardy Mundur dari Kursi Dirut CRAB

Next Post

DEN Tinjau Terminal Teluk Kabung, Apresiasi Kelancaran Distribusi B50

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR