Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi tipis 0,06% ke level 6.595 pada perdagangan sebelumnya. Koreksi tersebut disertai dengan munculnya tekanan jual, setelah area penguatan terdekat yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai.
Dalam riset MNCS Daily Scope Wave 3 September 2026, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (c). Kondisi tersebut membuka peluang bagi indeks untuk kembali melanjutkan penguatan dan menguji area 6.635-6.666, sekaligus menguji area gap yang terbentuk pada perdagangan sebelumnya.
Adapun level support IHSG berada di 6.476 dan 6.373, sedangkan level resistance berada di 6.635 dan 6.705.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham menjadi perhatian untuk strategi perdagangan.
ARCI — Buy on Weakness
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terkoreksi 1,92% ke level Rp1.275. Pergerakan saham ini disertai peningkatan volume penjualan.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi ARCI saat ini berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c]. Investor dapat mencermati strategi buy on weakness pada rentang Rp1.195-Rp1.250.
Target harga ARCI berada di Rp1.340 dan Rp1.430, dengan level stop loss di bawah Rp1.170.
BBRI — Trading Buy
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 0,30% ke level Rp3.390. Namun, penguatan tersebut disertai munculnya tekanan jual dan saham belum mampu menembus moving average (MA) 200.
MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan BBRI sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c].
Strategi yang disarankan adalah trading buy pada rentang Rp3.250-Rp3.340, dengan target harga Rp3.420 dan Rp3.470. Sementara itu, stop loss ditempatkan di bawah Rp3.230.
BRMS — Buy on Weakness
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terkoreksi 1,37% ke level Rp720. Tekanan jual masih mendominasi, meski volume perdagangan tercatat mengecil.
Berdasarkan analisis gelombang, posisi BRMS diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C) pada label hitam.
Strategi buy on weakness dapat dilakukan pada rentang Rp660-Rp690, dengan target harga Rp790 dan Rp830. Level stop loss berada di bawah Rp650.
BRPT — Sell on Strength
Sementara itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 0,55% ke level Rp1.820. Koreksi tersebut disertai munculnya tekanan jual, sementara pergerakan saham masih berada di bawah MA20.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi BRPT saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii]. Dengan kondisi tersebut, BRPT masih berpotensi melanjutkan koreksi menuju area Rp1.535-Rp1.620.
Investor dapat mencermati strategi sell on strength pada rentang Rp1.825-Rp1.840.
Secara umum, pergerakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Namun, investor tetap perlu mencermati tekanan jual dan level-level support maupun resistance yang menjadi acuan dalam menentukan strategi perdagangan.
