Jakarta, TopBusiness — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) pada Jumat, 4 September 2026. Penghentian sementara atau suspension tersebut dilakukan menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif saham ASLI yang signifikan.
Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, mengatakan penghentian sementara perdagangan tersebut merupakan bagian dari langkah cooling down yang dilakukan Bursa sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI), Bursa memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham ASLI pada tanggal 4 September 2026,” ujar Endra dalam pengumuman BEI Peng-SPT-00165/BEI.WAS/09-2026.
Menurut dia, penghentian sementara perdagangan saham ASLI dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Langkah tersebut, lanjut Endra, bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berbagai informasi yang tersedia sebelum mengambil keputusan investasi pada saham ASLI.
“Penghentian sementara tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PT Asri Karya Lestari Tbk,” jelasnya.
BEI juga mengimbau para pihak yang berkepentingan untuk senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.
Langkah cooling down melalui penghentian sementara perdagangan merupakan bagian dari mekanisme pengawasan Bursa ketika terdapat pergerakan harga saham yang dinilai signifikan. Dengan adanya penghentian sementara tersebut, investor diharapkan dapat mencermati informasi yang tersedia dan mengambil keputusan investasi secara lebih prudent.
BEI menegaskan bahwa para pihak yang berkepentingan terhadap saham ASLI perlu terus memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Asri Karya Lestari Tbk sebagai dasar dalam mempertimbangkan keputusan investasi.
