Jakarta, TopBusiness – Menindaklanjuti video yang beredar di media sosial mengenai kecelakaan lalu lintas di Ruas Tol Palembang–Indralaya (Palindra), PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menyampaikan klarifikasi bahwa kecelakaan tersebut tidak disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pada saat kecelakaan berlangsung, tidak terdapat kejadian karhutla, baik di sekitar jalan tol maupun di lokasi kejadian. Kecelakaan beruntun terjadi di KM 9+700 Jalur A Jalan Tol Palindra pada Sabtu (5/9/2026) pukul 06.20 WIB dan melibatkan empat kendaraan, yakni Mitsubishi Triton BG 8136 CI, Bus ALS BK 7672 UA, Bus Damri BG 7751 AQ, serta Toyota Avanza B 2029 CY.
Berdasarkan informasi di lapangan, Mitsubishi Triton yang berada di depan mengurangi kecepatan di lajur cepat, kemudian ditabrak Bus ALS yang diduga kurang fokus. Selanjutnya, Bus Damri dan Toyota Avanza secara berurutan menabrak kendaraan yang berada di depannya. Kejadian tersebut telah ditangani oleh petugas Hutama Karya bersama Kepolisian, tidak terdapat korban jiwa dan arus lalu lintas tetap dapat berjalan.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan bahwa Hutama Karya perlu memberikan penjelasan atas informasi yang berkembang di media sosial, khususnya terkait adanya dugaan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh asap karhutla.
“Kami perlu meluruskan informasi yang berkembang menyusul beredarnya video kejadian tersebut. Berdasarkan kondisi dan pemantauan petugas di lapangan pada saat kecelakaan berlangsung, tidak terdapat karhutla, baik di sekitar jalan tol maupun di lokasi kejadian. Dengan demikian, dapat kami tegaskan bahwa kecelakaan tersebut bukan disebabkan oleh asap atau kabut karhutla,” ujar Hamdani dalam siaran pers.
Lebih lanjut, Hamdani menjelaskan bahwa terlepas dari kejadian kecelakaan tersebut, Hutama Karya secara rutin melakukan pemantauan dan telah menyiapkan sejumlah langkah preventif untuk mengantisipasi potensi karhutla di seluruh ruas tol yang dikelola, khususnya di sekitar Tol Palindra. Imbauan keselamatan disampaikan kepada pengguna jalan melalui Variable Message Sign (VMS), Public Address di Gerbang Tol, serta spanduk. Hutama Karya juga menyiagakan personel flagman untuk memberikan peringatan kepada pengguna jalan apabila terdapat asap atau kabut yang berpotensi mengganggu jarak pandang, serta unit water tank untuk membantu penanganan dan pemadaman apabila ditemukan titik api di sekitar jalan tol.
“Langkah-langkah tersebut kami siapkan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi karhutla dan dampaknya terhadap keselamatan perjalanan. Kami mengimbau masyarakat untuk merujuk pada informasi resmi terkait kondisi jalan tol, sementara kepada pengguna jalan kami mengingatkan untuk selalu berhati-hati, menjaga kecepatan dan jarak aman antar kendaraan, tetap fokus saat berkendara,” pungkas Hamdani.
Hutama Karya mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai kondisi Ruas Tol Palembang–Indralaya melalui kanal resmi Jalan Tol Hutama Karya di @HutamaKaryaTollRoad serta memanfaatkan fitur CCTV pada aplikasi Mozy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time. SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu. Salam SETUJU, Selamat Sampai Tujuan.pada aplikasi Mozy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan membantu merencanakan perjalanan.
