TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ukur Kematangan GRC, MSI Institute Luncurkan GRC Maturity Index

Nurdian Akhmad
10 September 2026 | 10:37
rubrik: Business Info, Event
Ukur Kematangan GRC, MSI Institute Luncurkan GRC Maturity Index

Jakarta, TopBusiness – MSI Institute meluncurkan GRC Maturity Index (GRCMI) sebagai instrumen untuk mengukur tingkat kematangan penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) di perusahaan-perusahaan dan institusi di Indonesia.

Peluncuran GRCMI dilakukan di sela acara puncak TOP GRC Awards 2026 yang diselenggarakan di Dian Ballroom, Hotel Rafless, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Peluncuran ditandai dengan pemencetan tombol oleh Ketua Asosiasi GRC sekaligus Dewan Juri TOP GRC Awards 2026, Mas Achmad Daniri, Subramaniam Anbanathan dari MSI Institute, CEO MSI Group, Lutfi Handayani, dan jajaran dewan juri TOP GRC Awards 2026.

Dalam sambutan peluncuran GRCMI, Mas Achmad Daniri mengatakan bahwa GRCMI dikembangkan dengan mengacu pada GRC Capability Model OCEG dan 12 aspek penilaian yang digunakan dalam TOP GRC Awards.

“GRC Maturity Index ini berbasis pada GRC Capability Model OCEG dan 12 aspek penilaian TOP GRC Award,” ujar Mas Achmad Daniri saat peluncuran.

Menurut dia, GRCMI diharapkan dapat digunakan perusahaan dan institusi di Indonesia untuk membangun dan meningkatkan penerapan GRC. Pada akhirnya, penerapan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pencapaian kinerja berprinsip guna mendukung keberlanjutan bisnis dan kemajuan Indonesia.

“Hal ini untuk bisa kita gunakan bagi perusahaan dan institusi di Indonesia dalam membangun GRC dan meningkatkan pencapaian kinerja berprinsip demi keberlanjutan bisnis dan kemajuan bangsa Indonesia,” katanya.

Dalam video pengenalan GRCMI yang diputar pada acara tersebut dijelaskan bahwa penerapan GRC bukan semata-mata mengenai pencapaian kinerja, tetapi juga memastikan organisasi menjalankan aktivitas dengan cara yang tepat, berada dalam batas risiko yang dapat diterima, serta mematuhi regulasi dengan tetap menjunjung profesionalisme dan integritas.

GRCMI menempatkan profesionalisme dan integritas sebagai bagian penting dalam penerapan GRC. Keduanya diperlukan untuk menyelaraskan kinerja dengan prinsip dan tata kelola, membangun profesionalisme dalam pengambilan keputusan, menjaga integritas dalam pencapaian target, mengelola ketidakpastian, serta melindungi nilai perusahaan.

BACA JUGA:   MSI Institute dan Artha Solutions Kolaborasi Penguatan Data Governance di Industri dan Pemerintahan

Penerapan GRC yang matang juga diarahkan untuk membangun kepercayaan dan keberlanjutan serta mencapai principled performance atau kinerja berprinsip.

GRCMI dirancang untuk membantu organisasi memahami sejauh mana kemampuannya dalam merealisasikan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan secara efektif. Penilaian juga mencakup pengendalian internal dan assurance, people, culture and awareness, data dan teknologi, sustainability, serta trust.

Dengan pendekatan tersebut, GRCMI tidak hanya menilai apakah organisasi memiliki kinerja yang baik, tetapi juga apakah kinerja tersebut dicapai dengan cara yang tepat melalui tata kelola yang terhubung, manajemen risiko dan kepatuhan yang terintegrasi, pelaksanaan yang profesional, serta integritas.

Adapun proses penilaian GRCMI mencakup sejumlah tahapan, mulai dari initiating and scoping, learning and evidence collection, assessment and field work, validation and calibration, scoring and reporting, hingga penyusunan roadmap perbaikan.

Dalam pelaksanaannya, assessment dimulai dengan peninjauan dokumentasi, persiapan teknis dan nonteknis, kemudian distribusi serta pengisian kuesioner berbasis web. Tahap berikutnya mencakup analisis dan evaluasi, wawancara semi-terstruktur dengan responden, finalisasi hasil, penetapan skor kematangan GRC, penyusunan temuan dan rekomendasi, serta roadmap GRC lima tahun.

GRCMI juga menggunakan pendekatan kuantitatif dalam penyusunan dan analisis skor. Desain survei dikembangkan dengan teknik khusus untuk meminimalkan potensi hasil yang bias atau normatif.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah stratified respondent approach, yakni pemilihan responden berdasarkan keterwakilan dalam kerangka three lines model. Responden dipilih dari unit yang mewakili lini pertama, lini kedua, dan lini ketiga dengan mempertimbangkan populasi masing-masing lini.

Melalui pendekatan tersebut, GRCMI diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai tingkat kematangan GRC organisasi sekaligus menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan area yang perlu diperbaiki dan dikembangkan secara berkelanjutan.

BACA JUGA:   MSI Institute Gelar Pelatihan GCG Excellence untuk Perkuat Tata Kelola BUMD dan BLUD

MSI Institute merupakan lembaga konsultasi, pelatihan, dan sertifikasi di bawah PT LPK MSI Indonesia. Insitusi ini rutin menggelar pelatihan-pelatihan terkait CSR, GRC (Governance, Risk Management dan Compliance Management), GCG, Cyber Security, dan Pelatihan Public Speaking yang diikuti kalangan pofesional baik dari perusahaan swasta maupun BUMN dan BUMD.

Tags: GRC Maturity IndexGRMIMSI Institute
Previous Post

Gerak Cepat Penanganan Longsor, Jalur Blangkejeren–Aceh Tenggara Kembali Dibuka

Next Post

Ternyata, Balé by BTN Bikin Generasi Muda kian Gampang Miliki Rumah Impian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR