Jakarta, TopBusiness – PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) mencatatkan pertumbuhan kredit pada seluruh segmen, mulai dari UKM, korporasi, hingga kredit konsumer.
Per Juni 2026, total kredit BCA tumbuh sebesar 8% secara tahunan (YoY) menjadi Rp1.036 triliun. Kredit BCA ditopang pembiayaan produktif Rp802 triliun, meningkat 11% YoY. Penyaluran kredit produktif mencakup pembiayaan korporasi yang tumbuh 13,6% YoY menjadi Rp513,4 triliun, serta kredit komersial dan UKM dengan pertumbuhan 6,6% YoY menjadi Rp288,5 triliun.
Hal ini selaras dengan komitmen BCA untuk turut mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. Demikian disampaikan Direktur BCA Vera Eve Lim, saat Public Expose Live 2026, dikutip Senin (14/9/2026). Hadir mendampingi Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo, dan EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.
Kualitas pinjaman BCA terjaga solid, tercermin dari rasio non performing loan (NPL) terkelola pada level 1,9% pada semester I tahun 2026, membaik dari 2,2% dari posisi tahun sebelumnya.
Rasio loan at risk (LAR) terjaga pada level 4,9% yang juga membaik dari 5,7% pada tahun lalu.
Dalam mendorong penyaluran kredit, BCA didukung oleh pendanaan yang solid dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp1.284 triliun, naik 7,9% YoY per Juni 2026. Kontribusi dana giro dan tabungan (CASA) meningkat menjadi 85,2% dari tahun sebelumnya 83,4%, sejalan dengan kenaikan CASA sebesar 10,2% YoY menjadi Rp1.082 triliun.
Selaras dengan pertumbuhan kredit dan pendanaan yang solid, BCA dan entitas anak membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp29,5 triliun pada semester I tahun 2026.
“Ditopang likuiditas yang solid serta mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, kami optimistis menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan,” tutur Vera.
“Kami senantiasa berkomitmen untuk menjajaki penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor, sekaligus mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko yang disiplin,” imbuhnya.
“Dalam rangka mendukung perkembangan pelaku usaha lokal, BCA juga menggelar UMKM Fest 2026 yang diikuti lebih dari 1.600 pelaku usaha secara hybrid. Selain itu, kami kembali menyelenggarakan BCA Expo 2026 di 7 kota besar dan secara online, pada periode Agustus hingga Oktober 2026. Pada perhelatan ini, kami menawarkan suku bunga spesial untuk kredit konsumer BCA serta beragam promo untuk transaksi nasabah,” ucap Vera.
Vera juga menegaskan bahwa BCA berkomitmen terhadap implementasi nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG). Kredit hijau (green financing) BCA tumbuh 19% YoY mencapai Rp123 triliun.
Capaian ini salah satunya ditopang pembiayaan berkelanjutan ke sektor Energi Baru Terbarukan yang tumbuh hingga 82% YoY menjadi Rp7,7 triliun.
Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 25% YoY mencapai Rp4 triliun Berbagai inovasi dan pengembangan turut dikembangkan secara berkesinambungan, selaras dengan BCA yang konsisten mengembangkan beragam customer touch points dalam melayani kebutuhan nasabah di berbagai segmen.
Terbaru, BCA bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) meluncurkan layanan Tabungan Emas yang dapat diakses langsung di aplikasi myBCA dan myBCA versi web. Kemudian, BCA juga meningkatkan batas maksimum transfer harian melalui myBCA menjadi hingga Rp500 juta per BCA ID mulai 12 Agustus 2026, dalam rangka memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam melakukan berbagai kebutuhan transaksi.
BCA di bawah payung Bakti BCA menyelenggarakan berbagai program creating shared value (CSV), salah satunya Genera-Z Berbakti yang memfasilitasi empat tim dari perguruan tinggi untuk mengabdi ke desa binaan Bakti BCA. Genera-Z Berbakti bisa disaksikan melalui akun resmi YouTube Solusi BCA.
Selain itu, BCA turut mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada aspek pendidikan, Bakti BCA menggelar pelatihan matematika menyenangkan ala GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana, khususnya siswa dan guru di Aceh Tamiang.
Untuk aspek kesehatan, Bakti BCA berpartisipasi dalam sosialisasi, deteksi dini, dan penyaluran paket alat deteksi dini preeklamsia kepada Puskesmas Cisompet, Garut, Jawa Barat. Pada aspek budaya, Bakti BCA bersama Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI) berhasil membawa produk tenun berbahan dasar pewarna alami untuk diperkenalkan dalam acara Tenun Exhibition di Indonesia House Amsterdam (IHA), Belanda.
Terakhir, di aspek pariwisata, BCA mengajak pelaku industri pariwisata dari Singapura dan Malaysia mengunjungi salah satu Desa Bakti BCA, Bukit Peramun, Belitung, untuk memperluas akses pasar.
