Jakarta, TopBusiness — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT SAKA Energi Sepinggan (SES) terus mengawal persiapan akhir pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Eksplorasi Pekawai.
Pengeboran sumur eksplorasi tersebut ditargetkan mulai atau tajak pada 18 September 2026. Saat ini, seluruh rangkaian persiapan telah memasuki tahap akhir guna memastikan kegiatan pengeboran dapat dilaksanakan secara aman, efektif, dan sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan.
Rig Soehanah yang akan digunakan untuk pengeboran SM-1 juga telah memasuki tahapan persiapan akhir. SKK Migas bersama SES terus melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap seluruh aspek kesiapan operasi, mulai dari kesiapan rig, instalasi dan integrasi peralatan dari perusahaan jasa penunjang (service company), pengujian sistem dan peralatan, hingga kesiapan personel serta aspek keselamatan kerja.
Sumur SM-1 direncanakan dibor secara directional dengan profil S-type hingga mencapai kedalaman akhir sekitar 12.000 ftTVDSS. Kegiatan pengeboran diperkirakan berlangsung selama sekitar 91,07 hari.
Pengeboran tersebut memiliki sasaran utama untuk mengevaluasi potensi hidrokarbon pada Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS). Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pembuktian lebih lanjut terhadap keberadaan hidrokarbon pada reservoir potensial di Struktur Saka Manpatu.
Berdasarkan estimasi yang ada, Struktur Saka Manpatu memiliki potensi Estimated Total Inplace (P50) sebesar 108,5 miliar kaki kubik (Bcf) gas. Selain menguji potensi hidrokarbon, pengeboran SM-1 juga akan menghasilkan tambahan data geologi dan reservoir yang penting untuk mendukung evaluasi sumber daya serta memahami kontinuitas reservoir di wilayah tersebut.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, sinergi antara SKK Migas, SES, kontraktor, dan seluruh perusahaan jasa penunjang menjadi faktor penting dalam memastikan kesiapan operasi pengeboran.
“Sinergi dan koordinasi antara SKK Migas, SES, serta seluruh kontraktor dan service company akan terus diperkuat untuk memastikan setiap tahapan operasi terlaksana secara aman, efektif, efisien, dan sesuai dengan program yang telah disepakati,” ujar Djoko kepada Top Business, Rabu (16/9/2026).
Menurut dia, aspek keselamatan kerja, integritas dan keandalan teknis, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta perlindungan lingkungan tetap menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan kegiatan.
“Seluruh pihak berkomitmen untuk tetap mengutamakan keselamatan kerja, integritas dan keandalan teknis, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta perlindungan lingkungan dalam setiap tahapan kegiatan,” tegas Djoko.
Lebih lanjut, Djoko mengatakan bahwa dengan target tajak pada 18 September 2026, seluruh pihak berharap pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu-1 dapat berlangsung dengan aman dan lancar serta mencapai seluruh objektif eksplorasi yang telah ditetapkan.
“Target tajak pada 18 September 2026 ini diharapkan dapat berjalan aman dan lancar serta mencapai seluruh objektif eksplorasi yang telah ditetapkan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen SKK Migas dan KKKS dalam memperkuat kegiatan eksplorasi untuk mendukung penambahan sumber daya dan cadangan migas serta keberlanjutan produksi migas nasional,” kata Djoko.
Pengeboran SM-1 dinilai memiliki arti strategis dalam mendorong peningkatan kegiatan eksplorasi migas nasional. Keberhasilan pengeboran tidak hanya diharapkan dapat membuktikan potensi hidrokarbon di Struktur Saka Manpatu, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan dan monetisasi sumber daya baru di wilayah tersebut.
Kegiatan eksplorasi seperti SM-1 juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan industri hulu migas untuk menambah sumber daya dan cadangan migas, sekaligus menjaga kesinambungan produksi nasional di tengah kebutuhan energi yang terus berkembang.
