Jakarta, TopBusiness — SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT SDA South Bengara II mencatat hasil positif dari pengujian Sumur Pengembangan Bella-5. Dalam pelaksanaan Drill Stem Test (DST) #2, sumur tersebut berhasil menghasilkan aliran gas hingga sekitar 4,3 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd), atau mencapai sekitar 213 persen dari target produksi sebesar 2 MMscfd.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, hasil tersebut diperoleh pada pengujian terakhir dengan bukaan choke atau kran 64/64 inci. Pada kondisi tersebut, tekanan kepala sumur (Pressure Well Head/Pwh) tercatat sebesar 191 psi, sementara tekanan bawah sumur atau reservoir (Pressure Well Bore/Pwb) sekitar 1.800 psi.
“Alhamdulillah, hasil test terakhir bukaan choke 64/64 inci pada tekanan kepala sumur Pwh 191 psi dan tekanan bawah sumur atau reservoir Pwb 1.800 psi, didapatkan produksi sebesar 4,3 juta scfd atau 213 persen lebih besar dari target 2 juta scfd,” ujar Djoko Siswanto.
Sumur Bella-5 merupakan sumur pengembangan yang dibor menggunakan Land Rig ETT-01 berkapasitas 750 HP. Berdasarkan laporan operasi per 14 September 2026, kegiatan pengeboran dan pengujian telah memasuki hari operasi ke-52 dengan kedalaman akhir mencapai 2.836 ftMD/2.836 ftTVD.
Setelah mencapai kedalaman akhir, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian komplesi dan pengujian sumur untuk mendapatkan data reservoir sekaligus mengevaluasi kemampuan alir Sumur Bella-5.
Sebelumnya, pada tahap awal DST #2, hasil pengujian melalui separator menunjukkan adanya aliran gas tanpa produksi cairan yang terukur. Pada bukaan choke 56/64 inci, laju alir gas tercatat sekitar 4 MMscfd, tanpa produksi kondensat yang terukur.
Respons aliran gas kemudian menunjukkan peningkatan seiring dengan bertambahnya bukaan choke. Hasil pengujian terakhir dengan bukaan penuh 64/64 inci menghasilkan laju produksi sekitar 4,3 MMscfd.
Meski demikian, evaluasi menyeluruh terhadap hasil DST tetap diperlukan untuk memastikan karakteristik reservoir, tekanan, kemampuan alir, serta potensi produksi berkelanjutan dari Sumur Bella-5.
Dari sisi biaya, hingga periode pelaporan 14 September 2026, realisasi biaya kumulatif kegiatan telah mencapai sekitar USD 4,76 juta, atau 103,94 persen dari nilai Authorization for Expenditure (AFE) sebesar USD 4,58 juta.
Dengan rangkaian DST #2 yang masih membutuhkan waktu penyelesaian, biaya akhir kegiatan diperkirakan berpotensi melampaui 110 persen dari nilai AFE. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama SKK Migas dan PT SDA South Bengara II agar penyelesaian pengujian tetap dilakukan dengan pengendalian biaya yang optimal, tanpa mengurangi aspek keselamatan, integritas sumur, dan kualitas data yang diperlukan untuk evaluasi.
Djoko menegaskan, setelah pengujian Sumur Bella-5 selesai, kegiatan pengembangan akan dilanjutkan dengan pengeboran tiga sumur lainnya sesuai dengan Plan of Development (POD).
“Kegiatan selanjutnya adalah melakukan tiga sumur bor lagi sesuai POD dan alokasi gas yang telah ditekan Pak Menteri pada November 2024,” tegas Djoko.
Menurut dia, pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mendukung percepatan pemanfaatan gas hasil produksi. Rencananya, gas dari lapangan tersebut akan dikembangkan dengan skema mini LNG melalui PT NES.
“Rencana tahun ini juga akan onstream gasnya dijadikan mini LNG skema hilir oleh PT NES yang saat ini sedang dalam pembangunan mini LNG plant-nya, terletak di Berau, Kalimantan Utara,” ujar Djoko.
Pembangunan fasilitas mini LNG tersebut diharapkan dapat mendukung penyerapan gas dari lapangan dan memperkuat integrasi antara kegiatan hulu dan hilir migas. Dengan rencana onstream dalam sekitar dua tahun, pengembangan lapangan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap optimalisasi pemanfaatan sumber daya gas sekaligus mendukung pencapaian target produksi migas nasional.
SKK Migas dan PT SDA South Bengara II terus memperkuat koordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian pengujian dan pengembangan Sumur Bella-5 berjalan aman, efektif, dan efisien. Data hasil DST #2 selanjutnya akan menjadi salah satu dasar dalam mengevaluasi potensi produksi sumur dan menentukan langkah pengembangan berikutnya.
Keberhasilan pengujian Sumur Bella-5 dengan capaian aliran gas 4,3 MMscfd memberikan data penting bagi pengembangan lapangan. Selanjutnya, hasil evaluasi reservoir dan program pengeboran tiga sumur tambahan akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan cadangan gas serta mendukung ketahanan dan pencapaian target produksi energi nasional.
