TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Lima Tantangan Besar Sektor Tambang

Albarsyah
16 September 2026 | 15:50
rubrik: BUMN
KILAS Balik Ramadan: Evaluasi Perjalanan Hilirisasi Pertambangan dan Resiliensi Industri Nasional

Ilustrasi sektor pertambangan yang dijalankan MIND ID. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Holding Industri Pertambangan, MIND ID, melihat pengelolaan sumber daya mineral dan batu bara ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di sisi lain, sektor pertambangan masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan guna memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia memberikan nilai tambah optimal bagi negara dan masyarakat.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, berbagai tantangan tersebut perlu diantisipasi melalui strategi pengelolaan sumber daya yang lebih terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan.

“MIND ID melihat bahwa pengelolaan sumber daya mineral dan batu bara ke depan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Namun, juga memiliki peluang pengembangan untuk memastikan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat,” kata Maroef dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (15/9/2026).

Maroef memaparkan setidaknya terdapat lima isu utama yang menjadi perhatian MIND ID dalam pengembangan sektor pertambangan ke depan.

Pertama, keberlanjutan cadangan dan tantangan operasional.

Menurut Maroef, pengelolaan komoditas utama MIND ID menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari keberlanjutan cadangan dan volatilitas harga komoditas hingga penerapan kewajiban domestic market obligation (DMO) yang belum konsisten.

Selain itu, peningkatan biaya operasi, persoalan pembebasan dan tumpang tindih lahan, aktivitas penambangan ilegal, serta kebutuhan sumber energi yang andal dan kompetitif menjadi tantangan lain yang perlu diselesaikan.

Kedua, pengelolaan sisa hasil pertambangan (SHP).

MIND ID memandang sisa hasil pertambangan tidak semata-mata sebagai persoalan lingkungan. SHP juga dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali melalui penerapan teknologi dan prinsip ekonomi sirkular.

Ketiga, optimalisasi nilai tambah batu bara.

Maroef mengatakan Indonesia masih memiliki sumber daya batu bara yang besar dan dapat dikembangkan untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.

BACA JUGA:   Hilirisasi Bisa Tingkatkan Nilai Komoditas Pertambangan

“Tantangannya adalah sumber daya yang masih besar dapat memberikan nilai tambah yang lebih tinggi, termasuk mengelola batubara kalori rendah dan sisa hasil pengolahannya,” ujarnya.

Keempat, pemanfaatan mineral strategis untuk memperkuat industri nasional.

MIND ID menilai hilirisasi pertambangan ke depan tidak cukup hanya berhenti pada produk antara atau midstream. Pengembangan perlu diarahkan hingga menghasilkan material dan produk dengan nilai tambah lebih tinggi yang dibutuhkan oleh industri nasional maupun global.

Kelima, penguatan aspek lingkungan, masyarakat, dan tata kelola.

Seluruh agenda pengembangan sektor pertambangan, kata Maroef, harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, kepentingan masyarakat, penerapan tata kelola yang baik, serta prinsip keberlanjutan.

Karena itu, MIND ID menempatkan pembangunan rantai nilai mineral dan batu bara nasional yang semakin terintegrasi dari hulu hingga hilir sebagai salah satu agenda besar ke depan.

“Untuk mewujudkannya diperlukan sinergi antar BUMN, pemerintah, badan legislatif DPR, dunia usaha, serta lembaga penelitian agar kekayaan alam mineral dan batubara Indonesia benar-benar akan menjadi fondasi industrialisasi, ketahanan ekonomi, dan penciptaan nilai tambah nasional,” kata Maroef.

Tags: mind id
Previous Post

Beri Masukan terhadap RUU Komoditas Strategis di DPR, Mendag Busan: Pengaturan Harus Menjaga Kepentingan Nasional

Next Post

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi melalui Integrasi Infrastruktur LNG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR