TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja APBN Agustus 2026 Tetap Kuat, Defisit Terkendali

Nurdian Akhmad
18 September 2026 | 16:44
rubrik: Ekonomi
Kinerja APBN Agustus 2026 Tetap Kuat, Defisit Terkendali

Jakarta, TopBusiness – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus 2026 tetap kuat, ditandai pertumbuhan pendapatan negara, belanja, serta defisit yang masih berada dalam batas terkendali.

Dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026), Suahasil menyebut pendapatan negara telah mencapai Rp 2.055,6 triliun atau 65% dari target. Sementara itu, belanja negara mencapai Rp 2.295,7 triliun sehingga menghasilkan defisit Rp 240,1 triliun atau 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Kinerja APBN itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit tetap dalam batasan yang terkendali,” ujar Suahasil.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan perjalanan APBN relatif sesuai dengan jalur yang telah direncanakan.

Sementara itu, penerimaan pajak hingga akhir Agustus 2026 tercatat Rp 1.409 triliun, tumbuh 24,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang antara lain oleh PPN dan PPnBM yang meningkat 38,9%, serta PPh migas yang tumbuh 63,8%.

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 210,2 triliun, tumbuh 7,8%. Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga menunjukkan pertumbuhan 41,7% dengan realisasi Rp 435,1 triliun.

Dari sisi belanja, belanja negara tumbuh 17,1%. Belanja kementerian dan lembaga mencapai Rp912,4 triliun, meningkat 33% dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp686 triliun.

Suahasil menekankan, peningkatan belanja harus diikuti pelaksanaan program yang efisien dan tepat sasaran.

“Kalau alokasinya sudah diberikan terus kemudian kegiatannya enggak dijalankan,” kata Suahasil, menegaskan pentingnya penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan pemerintah harus memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.

Menghadapi Dinamika Ekonomi Global

Suahasil menyatakan, ketahanan ekonomi Indonesia tetap menjadi perhatian di tengah perkembangan ekonomi global yang dinamis. Ia menyoroti konflik geopolitik, perkembangan suku bunga global, serta pergerakan harga komoditas yang dapat memengaruhi pendapatan dan belanja negara.

BACA JUGA:   Tanggap Darurat DKI Jakarta Diperpanjang Sampai 19 April

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tercatat 5,45%, sementara inflasi Agustus berada di level 3,19%. “Indonesia itu tetap resilient perekonomiannya,” ujar Suahasil.

Ia mengatakan, pemerintah akan terus memperhatikan perkembangan ekonomi global dan mengantisipasi dampaknya terhadap pengelolaan APBN.


Tags: Menkeu Suahasil Nazara
Previous Post

SCM Resmikan Jalur MHR, Efisiensi dan Keselamatan Jadi Kunci Utama

Next Post

Menteri PU Bakal Uji Geoteknik di Lokasi Longsor Aceh Tengah, Fokus Selamatkan Pemukiman Warga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR