Bojonegoro, TopBusiness – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 terus mendorong peningkatan kapasitas penyedia barang dan jasa (PBJ) lokal di sekitar wilayah operasi Jambaran-Tiung Biru (JTB), Bojonegoro, Jawa Timur.
Pembinaan dilakukan untuk membantu pelaku usaha lokal memenuhi standar yang dipersyaratkan industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Dengan peningkatan kapasitas tersebut, penyedia lokal diharapkan tidak hanya menjadi mitra dari kontraktor utama, tetapi juga mampu memperoleh kesempatan untuk berkontrak secara langsung dengan Pertamina.
Manager Supply Chain Management (SCM) PEPC Zona 12, Gunanto, mengatakan pembinaan terhadap penyedia lokal dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan. Di antaranya coaching clinic dan Vendor Day.
Menurut Gunanto, pola pengelolaan penyedia barang dan jasa mengalami perbedaan antara fase pembangunan proyek dan fase operasi. Saat pembangunan proyek JTB berlangsung, penyedia lokal pada umumnya terlibat melalui kontraktor utama.
“Pada saat proyek, penyedia lokal biasanya bekerja melalui kontraktor utama. Sehingga perkembangan mereka tidak dapat kami pantau secara langsung dari sisi SCM PEPC,” ujar Gunanto.
Kondisi tersebut berbeda ketika kegiatan memasuki fase operasi. Pada fase ini, PEPC dapat melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap penyedia lokal secara lebih langsung, termasuk mendorong mereka meningkatkan kemampuan agar memenuhi persyaratan pengadaan di lingkungan Pertamina.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, PEPC Zona 12 berupaya membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha di sekitar wilayah operasi JTB untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing.
Selain memberikan pemahaman mengenai proses pengadaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi penyedia lokal untuk mengetahui standar, persyaratan, serta kebutuhan barang dan jasa yang diperlukan dalam kegiatan operasi hulu migas.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri migas sekaligus meningkatkan kemampuan mereka untuk bersaing dalam proses pengadaan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.
