Jakarta, BusinessNews Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan aksi teror mempengaruhi perekonomian Indonesia yang saat ini sudah cukup baik. Ia pun memastikan pemerintah akan sigap menangani aksi radikal yang menebar teror di Indonesia.
Sri Mulyani mengatakan, Indonesia harus menjaga persepsi keamanan saat kondisi perekonomian global sedang bergejolak. Sebab itu, penanganan aksi teroris harus dilakukan untuk menciptakan kenyamanan.
“Jadi dari sisi tindakan yang dilakukan teroris di mana itu terjadi di berbagai negara, kita berharap penanganan ini bisa menimbulkan kenyamanan bagi investor dan menjadi tanda bahwa Indonesia bisa menjaga keamanan,” kata Sri, di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Senin (14/5/2018).
Pemerintah tidak akan membiarkan aksi teror menghilangkan persepsi positif terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang membaik. Hal tersebut tercermin dalam kondisi moneter yang kondusif dan perekonomian masyarakat yang menggeliat.
“Tentu kita berkepentingan untuk tidak membiarkan suatu teror tu, kemudian menghilangkan kepercayaan dan persepsi positif pada ekonomi kita,” tuturnya.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah terus mendukung penanganan teroris yang dilakukan aparat keamanan TNI, Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) agar keamanan kembali stabil. Dengan langkah tersebut dapat meredam kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan Indonesia dan menjamin kepecayaan pihak luar.
Terlebih, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan Word Bank dan IMF pada Oktober 2018.
”Kita harus bisa mengembalikan keamanan yang ada di dalam negeri, karena tahun ini kita semua tahu bahwa akan masuk tahun politik, pilkada, Asian Games, pertemuan IMF-WB,” paparnya.
