Jakarta, TopBusiness — Laju IHSG pada hari Kamis (24/09) ditutup melemah pada level 6,298.61 (-1.20%). Pelemahan dipimpin oleh saham-saham sektor Basic Materials (-2.17%) dan Energy (-2.09%).
Sementara itu, asing membukukan net sell sebesar Rp 1.42 Triliun di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual seperti: BMRI, BBRI, TLKM, BUMI, dan ANTM.
Sentimen negatif disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah 0,57% di level Rp17.901/US$.
Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk bearish belt hold, di bawah MA5, indikator Stochastic death cross pada area deep oversold.
“Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan mengalami pelemahan. Berikut saham pilihan hari ini: MEDC, BDMN, ANTM, dan FAST,” sebut analis dari Research Team PT Reliance Sekuritas Tbk, Jumat (25/9/2026).
Sementara itu, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas melemah. Sentimen negatif disebabkan oleh tiga tekanan sekaligus, yaitu lonjakan harga minyak, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), dan sinyal kebijakan hawkish dari Federal Reserve (The Fed).
Saham-saham kemudian memangkas kerugian menyusul laporan media bahwa AS dan Iran sedang membahas kesepakatan bertahap untuk mengakhiri konflik mereka, dan akhirnya ditutup dengan perubahan yang minim.
MARKET OUTLOOK
Pada pagi ini (saat laporan ini dibuat), mayoritas indeks menguat. Seperti Indeks Nikkei225 menguat +0.40%.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 6,230 dan resistance pada level 6,365 dengan kecenderungan melemah,” ujarnya.
