Jakarta, TopBusiness – PT Chitose Internasional Tbk (IDX: CINT) optimistis mencatatkan pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026 seiring meningkatnya permintaan furnitur untuk sektor pendidikan. Dorongan pemerintah terhadap pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan dinilai membuka peluang pertumbuhan pasar furnitur, baik dari institusi pendidikan negeri maupun swasta.
Direktur CINT R Nurwulan Kusumawati mengatakan, perseroan melihat permintaan furnitur di sektor pendidikan terus menguat seiring percepatan pemerataan pendidikan bermutu serta meningkatnya pengadaan furnitur oleh institusi pendidikan swasta.
“Kami melihat permintaan di sektor pendidikan terus menguat. Pemerintah mempercepat pemerataan pendidikan bermutu. Serta, mulai meningkatnya permintaan pengadaan furnitur dari institusi-instutusi pendidikan swasta. Investasi berkelanjutan ini membuka peluang pertumbuhan bisnis CINT yang optimis untuk meraih pertumbuhan penjualan double digit, serta menjadi salah satu komitmen Perseroan dalam berkontribusi untuk negeri,” ujar Nurwulan dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Untuk menangkap peluang tersebut, CINT terus memperkuat portofolio dan mengembangkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan serta tren pasar. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas pasar sekaligus menjaga pertumbuhan penjualan secara berkelanjutan hingga akhir 2026.
Optimisme tersebut turut ditopang kinerja keuangan perseroan yang mencatatkan pertumbuhan signifikan. CINT membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 11,4 miliar, melonjak 384% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp 2,3 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan sebesar 26% secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp259,21 miliar. Salah satu kontributor pertumbuhan berasal dari segmen pendidikan yang mencatatkan pendapatan sebelum eliminasi sebesar Rp121,7 miliar, naik 36% YoY dari Rp89,5 miliar pada 2025.
Sementara itu, segmen perkantoran masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan sebelum eliminasi sebesar Rp179,4 miliar. Angka tersebut meningkat 69% YoY dibandingkan Rp105,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang solid dan meningkatnya permintaan pada segmen produk pendidikan, CINT menilai peluang pasar tersebut dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan bisnis perseroan. Perseroan pun mempertahankan target pertumbuhan penjualan dua digit pada tahun fiskal 2026.
