TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

AI Perlu Respons Bersama Antar-Bank Sentral

Achmad Adhito
6 October 2026 | 20:16
rubrik: Business Info
Dari Jaringan Global hingga Solusi Korporasi Besar

Sumber Ilustrasi: Freepik

Jakarta, TopBusiness—Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) menuntut bank sentral memerkuat pendekatan bersama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan sistem keuangan kawasan.

“Kerjasama regional menjadi semakin strategis untuk membangun tata kelola AI yang terpercaya, memerkuat kapasitas pengawasan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi bagi sistem pembayaran dan inklusi keuangan,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali, pada pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi South East Asian Central Banks (SEACEN) di Bali, Indonesia (5/10/2026).

Via keterangan tertulis, hari ini, ia berkata, “AI menghadirkan tantangan yang perlu dihadapi secara bersama oleh berbagai negara.”

Untuk merespons perkembangan tersebut, Ricky menekankan tiga prioritas bank sentral di era AI. Pertama, membangun tata kelola AI yang terpercaya, transparan, dan akuntabel. Kedua, memanfaatkan AI untuk ekosistem pembayaran yang lebih efisien, aman, inklusif, dan berdaya tahan.

Ketiga, memperkuat kolaborasi regional melalui SEACEN, antara lain dengan dialog kebijakan, pengembangan kapasitas, dan riset bersama.

“AI menghadirkan tantangan yang tidak dapat dihadapi satu negara sendiri. Melalui kolaborasi di kawasan, seperti SEACEN, kita dapat mengembangkan pendekatan bersama yang mendorong inovasi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan,” tegas Ricky.

Ricky juga menekankan pentingnya pembelajaran dan pengalaman bersama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. “Seiring dengan semakin cepatnya transformasi teknologi, pengetahuan dan pengalaman bersama akan semakin berharga dalam membentuk masa depan bank sentral,” tutur Ricky.

Sementara itu, Direktur Eksekutif The SEACEN Centre, Cynyoung Park, menyoroti pentingnya interoperabilitas sistem pembayaran lintas negara dalam mendukung integrasi ekonomi kawasan. Menurutnya, keterhubungan antarsistem perlu ditopang standar dan pengaturan yang kompatibel, serta kerangka pengelolaan likuiditas dan risiko penyelesaian transaksi yang jelas. Penguatan fondasi tersebut akan mendukung perluasan konektivitas pembayaran untuk perdagangan dan investasi regional.

BACA JUGA:   Dukung Transformasi Ekonomi Digital, Ini Harapan Pluang di Sherpa Track G20

Di sisi lain, Kepala Ekonom United Nations Development Programme (UNDP) untuk Asia dan Pasifik, Philip Schellekens, menekankan pentingnya kepercayaan sebagai fondasi peran bank sentral di tengah perkembangan AI. Menurutnya, bank sentral perlu memahami perubahan yang ditimbulkan AI terhadap perekonomian dan teknologi, serta mengantisipasi risiko sistemik dari ketergantungan pada penyedia platform AI tertentu.

Kepercayaan menjadi fondasi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas dan memastikan pemanfaatan AI memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian.

Tags: AI dan bank sentralbank indonesiadampak AI
Previous Post

INACRAFT On October 2026 Siap Digelar, Bawa Teknologi ke Industri Kriya

Next Post

Perkuat Jembatan Kr Tingkeum, Tingkatkan Konektivitas dan Lindungi dari Daya Rusak Sungai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR