TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Analis: Masih Berpotensi Naik, Saham Ini Direkomendasikan dari ISAT, DSSA, MAPA, BRIS, MOLI, hingga DOOH

Busthomi
7 October 2026 | 08:34
rubrik: Capital Market
IHSG Naik Terbatas

Ilustrasi laju saham. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 1.21%, tapi masih disertai dengan net sell asing ~597 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah GOTO, BMRI, TLKM, AADI, dan BRPT.

Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, laju IHSG berpotensi naik untuk tes resistance di 6200-6250 seiring FTSE pertahankan secondary emerging status Indonesia.

“Namun hati-hati, jika gagal break 6250, IHSG potensi koreksi kembali. Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diproyeksi di rentang 6070-6150 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6200-6250,” ujar dia, Rabu (7/10/2026).

Trading Idea hari ini: ISAT, DSSA, MAPA, BRIS, MOLI, dan DOOH

  • ISAT Spec Buy dengan area beli di 2200-2220, cutloss di bawah 2190. Target dekat di 2260-2290.
  • DSSA Buy on Weakness dengan area beli di 1145-1165, cutloss di bawah 1140. Target dekat di 1185-1205.
  • MAPA Spec Buy dengan area beli di 635-645, cutloss di bawah 630. Target dekat di 660-680.
  • BRIS Spec Buy dengan area beli di 1390-1410, cutloss di bawah 1350. Target dekat di 1430-1480.
  • MOLI Buy on Weakness dengan area beli di 410-416, cutloss di bawah 410. Target dekat di 426-436.
  • DOOH Spec Buy dengan area beli di 342, cutloss di bawah 338. Target dekat di 350-354. 

Global Overnight Review

Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Fokus Investor Beralih ke Kinerja Emiten. Bursa saham AS kembali mencetak rekor pada Selasa (6/10).

S&P 500 dan Nasdaq ditutup di level tertinggi sepanjang masa setelah meredanya tekanan dari harga minyak dan yield US Treasury kembali mencermati prospek kinerja perusahaan. Indeks S&P 500 naik 0,58%; Nasdaq Composite menguat 0,45%; dan Dow Jones Industrial Average juga naik 0,49%.

BACA JUGA:   Gelar RUPST, Pemegang Saham GTSI Sepakat Dana Hasil IPO untuk Beli Kapal LNG

Kenaikan tersebut terjadi setelah harga minyak relatif stabil dan yield US Treasury turun. Di sisi lain, data perdagangan AS menunjukkan defisit perdagangan melebar 13,7% karena impor mencapai rekor tertinggi.

Impor barang modal juga meningkat 4,4% pada bulan Agustus, mencerminkan kuatnya permintaan domestik sekaligus belanja terkait infrastruktur AI.

Saham AMD menguat 2,8% setelah CEO Lisa Su mengatakan perusahaan berencana meningkatkan pasokan chip secara signifikan pada tahun 2027 untuk memenuhi lonjakan permintaan AI.

Marvell Technology juga naik 5,8% setelah menaikkan proyeksi pendapatan tahun 2028 karena kuatnya permintaan chip untuk pusat data. Sementara, saham Constellation Energy melonjak 12,3% setelah Alphabet, menyepakati kontrak pasokan listrik berkapasitas 3.590 megawatt dengan perseroan.

Bursa Asia Kembali Naik, Investor Cermati Deretan Data Penting Ini. Bursa saham Asia melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10), dengan investor mencermati pergerakan yield obligasi pemerintah AS dan harga minyak dunia.

Indeks Jepang, Nikkei 225 naik 1,05%; dan Topix menguat 0,92%. Saham-saham teknologi Jepang beragam, Advantest naik 3,9%; dan Fujikura melonjak 5,2%. Sementara SoftBank Group kehilangan 3,1%. Indeks Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,89%; sedangkan Kosdaq melonjak 3%.

Saham produsen chip Samsung Electronics turun 1,45%; SK Hynix juga melemah 3,69%. Sementara, LG Energy Solution naik 5,12%; Hyundai Motor dan Kia Corp masing-masing naik 0,43% dan turun 0,27%. Saham POSCO Holdings naik 2,25%; saham Samsung BioLogics turun 3,25%.

Sementara, Hang Seng Hong Kong naik 1%; Taiex Taiwan menguat 0,22%; dan ASX 200 Australia bertambah 0,57%. Selain itu, STI Singapura naik 0,66%; dan KLCI Malaysia menguat 0,10%.

Di sisi lain, investor menantikan risalah rapat The Fed periode bulan September yang akan dirilis pada Rabu (7/10) waktu AS. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Tags: rekomendasi sahamsahamsaham hari inisaham pilihan
Previous Post

Pameran Perumahan di Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Rumah Rp500-an Juta

Next Post

Komitmen Transformasi Digital, PHR Raih Upstream Energy Transformation Award

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR