Jakarta, BusinessNews Indonesia – Meski bisnis ritel saat ini melambat (slowdown), PT Ace Hardware Indonesia Tbk mencatatkan kinerja penjualan yang cukup mentereng selama Januari-April 2018 dengan tumbuh 20,3%. Angka ini jauh di atas proyeksi pertumbuhan penjualan tahunan perseroan 2018 sebesar 10%.
Ada beberapa pendongkrak naiknya penjualan itu salah satunya adalah penambahan tiga gerai yang telah direalisasikan dalam empat bulan pertama 2018 ini.
“Selama empat bulan ini, kami telah membuka tiga gerai Ace Hardware yakni di Libertos Bandung, Teraskota Tangerang dan Waru Surabaya,” ujar Presdir PT Ace Hardware Prabowo Widyakrisnadi dalam publik ekspos usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2018 di Gedung Kawan Lama, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (18/5/2018).
Selama kuartal I 2018, PT Ace Hardware mencatat penjualan bersih Rp 1,57 triliun, naik 21,5% dari periode sama 2017 sebesar Rp 1,2 triliun. Sedangkan laba tahun berjalan selama tiga bulan pertama tahun ini juga tumbuh 37,3% menjadi Rp 210 miliar, dibandingkan Rp 152 miliar pada kuartal I 2017.
Tahun ini, PT Ace Hardware berkomitmen untuk membuka 15 gerai baru Ace Hardware dan 4 gerai Toys Kingdom. Kuartal II 2018 ini, PT Ace Hardware akan menambah 5 gerai baru yakni di Karawang, BG Junction Surabaya, Living World Pekanbaru, Lippo Keramat Jati Jakarta, dan Sawojajar Malang.
“Tak hanya itu, kami juga mempercepat operasional gerai format baru, yakni Ace Express. Gerai ini bedanya dari segi luasan yang lebih sempit dibanding gerai Ace Hardware yang rata-rata memiliki luas 3 ribu meterpersegi. Gerai Ace Express paling luasnya sekitar 500 meterpersegi,” kata Prabowo.
Pada kuartal II 2018, emiten berkode ACES ini akan membuka tiga gerai Ace Express yakni di Tangs City Tangerang, di Veteran Bintaro dan di Grenvil Jakarta.
Dengan gerai format baru ini, menurut Prabowo, perseroan bisa lebih mudah dalam melakukan ekspansi. Saat ini, kata dia, pihaknya memiliki keterbatan untuk mencari lokasi yang luas lebih dari 2.000 meterpersegi untuk gerai Ace Hardware.
“Tidak hanya sizenya yang kecil tapi juga format gerainya akan lebih fresh, dari sisi penataan toko dan barang-barangnya. Dengan size yang kecil, kami berharap pengembangan toko kita akan lebih cepat,” ujar Prabowo.
Tahun 2017, Ace Hardware membukukuan penjualan bersih Rp 5,9 triliun, naik 20,3% dibandingkan Rp 4,9 triliun pada 2016. Sedangkan laba bersih 2017 sebesar Rp 781 miliar, tumbuh 10,6% dari laba tahun sebelumnya Rp 706 miliar. Tahun lalu, perseroan mengoperasikan 144 gerai Ace Hardware dan 30 gerai Toys Kingdom.
Ditanya mengenai strategi perseroan membuat kinerja bisnis tumbuh signifikan tahun ini, Prabowo mengatakan bahwa pihaknya sudah memiliki pengalaman sekitar 20 tahun di bisnis ritel, sehingga sudah mengenal market dengan baik.
“Kita juga banyak melakukan terobsosan-terobosan baru dari sisi organisasi, marketing, merchandise dan operating kita. Misalnya untuk merchandise kita mengeluarkan produk-produk baru, dari marketing juga banyak program-progam inovatif yang dalam setahun bisa 15 kali, untuk operasional kita memberi training yang lebih intensif tentang bagaimana memberikan pelayanan kepada customer lebih baik lagi,” kata Prabowo.
