Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi tekanan jual setelah terkoreksi 2,59% ke level 5.936. Pelemahan tersebut membuat IHSG menembus area support yang sebelumnya diperkirakan mampu menahan penurunan.
Dalam laporan MNCS Daily Scope Wave edisi 13 Oktober 2026, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek.
Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian wave v dari wave c dari wave [y] berdasarkan skenario label hitam. Kondisi tersebut membuka peluang pelemahan lanjutan menuju rentang 5.850–5.911.
Adapun level support IHSG berada di 5.887 dan 5.744, sedangkan resistance terdekat berada pada level 6.216 dan 6.296.
Di tengah potensi pelemahan indeks, MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat dicermati investor untuk perdagangan hari ini, mulai dari BRMS, JPFA, MBMA, ANTM hingga XISI.
1. BRMS – Buy on Weakness
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terkoreksi 5,93% ke level Rp555 dengan tekanan jual yang masih terlihat.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi BRMS sedang berada pada awal wave 5 dari wave (C) dari wave [B]. Kondisi ini membuka peluang penguatan setelah saham mengalami koreksi.
Investor dapat mencermati strategi buy on weakness pada rentang Rp520–Rp540, dengan target harga di Rp620 dan Rp655. Sementara itu, batas stop loss ditetapkan apabila harga turun di bawah Rp505.
2. JPFA – Buy on Weakness
Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menguat 1,96% ke level Rp2.080, didukung peningkatan volume pembelian.
Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan JPFA sedang berada pada bagian wave (iv) dari wave [c] dari wave B.
Strategi buy on weakness direkomendasikan pada kisaran Rp2.020–Rp2.060, dengan target harga Rp2.120–Rp2.170. Investor disarankan memperhatikan batas stop loss di bawah Rp1.980.
3. MBMA – Buy on Weakness
Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 2,95% ke level Rp460 seiring munculnya tekanan jual.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi MBMA sedang berada pada bagian wave [v] dari wave C dari wave (B).
Untuk strategi perdagangan, investor dapat mempertimbangkan buy on weakness pada rentang Rp440–Rp456. Target harga ditetapkan pada Rp500 dan Rp515, dengan stop loss apabila harga bergerak di bawah Rp424.
4. ANTM – Sell on Strength
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami koreksi 4,09% ke level Rp3.050, disertai tekanan jual yang menyebabkan harga menembus garis moving average 60 hari (MA60).
Menurut analisis MNC Sekuritas, posisi ANTM diperkirakan sedang berada pada bagian wave (y) dari wave [x]. Dengan kondisi tersebut, ANTM masih berisiko melanjutkan koreksi menuju rentang Rp2.800–Rp3.020.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi sell on strength pada kisaran Rp3.090–Rp3.140, sehingga investor dapat mencermati potensi penguatan sementara sebagai momentum untuk melakukan penjualan.
5. XISI – Trading Buy
Saham XISI terkoreksi 0,96% ke level Rp309. Meski mengalami pelemahan, saham ini masih memiliki peluang penguatan selama mampu bertahan di atas level Rp303.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi XISI sedang berada pada awal wave [v] dari wave 1, dengan syarat harga tidak menembus batas stop loss yang telah ditentukan.
Rekomendasi trading buy diberikan pada kisaran Rp305–Rp309, dengan target harga Rp316 dan Rp325. Sementara itu, stop loss ditetapkan apabila harga turun di bawah Rp303.
Secara keseluruhan, potensi koreksi lanjutan IHSG membuat investor perlu lebih selektif dalam menentukan strategi perdagangan. Area support dan resistance menjadi level penting untuk diperhatikan, sementara penerapan stop loss diperlukan guna membatasi risiko apabila pergerakan saham tidak sesuai dengan skenario teknikal.
