Jakarta, TopBusiness — BP BUMN bersama Danantara mendorong percepatan transformasi bisnis Garuda Indonesia untuk memperkuat fundamental perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan kapasitas dan layanan penerbangan. Transformasi ini mencakup penambahan armada, penetrasi ke pasar baru, peningkatan pengalaman pelanggan, dan penguatan posisi Garuda Indonesia agar mampu menguasai pasar domestik.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria membahas langkah strategis tersebut bersama jajaran Direksi, Komisaris, dan manajemen Garuda Indonesia di Kantor Garuda Indonesia, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Penguatan pasar domestik menjadi salah satu prioritas untuk menjadikan Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang semakin tangguh dan berdaya saing.
Dony menekankan pentingnya menentukan target pasar secara jelas dan membangun diferensiasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Menurutnya, Garuda Indonesia perlu memiliki fokus bisnis yang kuat agar strategi perusahaan berjalan terarah dan tidak mudah terdistraksi oleh berbagai peluang di luar target utama.
“Kita harus commit memulai dari menentukan siapa sebetulnya target market-nya Garuda Indonesia. Jangan pernah terdistraksi. Habis itu nanti kita lihat apa product differentiation kita,” ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Ia juga menekankan bahwa daya saing maskapai tidak hanya ditentukan oleh produk penerbangan yang ditawarkan, tetapi juga oleh keseluruhan nilai dan pengalaman yang dirasakan pelanggan. Karena itu, setiap titik interaksi dengan pelanggan perlu dirancang secara konsisten untuk membangun kualitas layanan yang menjadi pembeda Garuda Indonesia.
Mulai dari akses melalui situs web, proses check-in, fasilitas lounge, boarding, hingga layanan selama penerbangan, seluruh tahapan perlu dirancang untuk memberikan pengalaman yang konsisten dan sesuai dengan standar layanan Garuda Indonesia. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan.
Selain meningkatkan kualitas layanan, transformasi Garuda Indonesia diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada persaingan harga. Dony menilai peningkatan pengalaman pelanggan menjadi kunci agar Garuda Indonesia mampu bersaing melalui kualitas layanan dan nilai yang ditawarkan, bukan semata-mata melalui harga tiket.
“Kita harus improve the whole experience. Supaya kita tidak berkompetisi di sisi harga. Dalam satu tahun terakhir, Garuda sudah berhasil melakukan proses turnaround yang luar biasa. Di dalam semua parameter yang kita lihat, jumlah flight kita yang saat ini terbang meningkat sangat signifikan, pendapatan kita juga tumbuh signifikan,” ujar Dony.
Ke depan, BP BUMN dan Danantara mendorong perusahaan menjaga momentum perbaikan melalui transformasi yang terarah dan berkelanjutan, sehingga Garuda Indonesia semakin kuat dalam menguasai pasar domestik dan mampu menjadi maskapai nasional yang tangguh serta berdaya saing.
