Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mengatasi kekurangan atau backlog perumahan di Indonesia. Salah satu strategi Bank BRI adalah dengan memperluas akses penyaluran KPR BRI.
Akses layanan KPR BRI sebelumnya hanya ada di 134 kantor cabang BRI. Tahun ini, sambungnya, perusahaan akan membuka akses layanan tersebut di seluruh kantor cabang BRI sebanyak 463 kantor.
“Pelayanan menyeluruh ini diharapkan mampu meningkatkan akses KPR BRI tidak hanya di daerah urban, tetapi juga rural area,” ujar EVP Consumer Loan Bank BRI Sutadi Prayitno di acara Developer Gathering 2018 di Hotel Mulia Jakarta Senin, (21/5/2018).
BRI menargetkan pertumbuhan kredit properti di atas 20 persen hingga akhir 2018. Hal ini seiring dengan patokan target penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) perusahaan sebesar Rp 28,5 triliun. Sedangkan realisasi penyaluran KPR pada tahun lalu mencapai Rp 25 triliun.
“Target tahun ini Rp 28,5 triliun. Kita new comers, tapi growth kita di atas industri. Pada 2022, kita targetkan jadi penyalur KPR nomor tiga di Indonesia,” kata Sutadi.
Dalam acara Developer Gathering 2018 dilgelar soft launching My BRI sebagai upaya peningkatan proses pengajuan KPR BRI. Aplikasi ini ditargetkan dapat tersedia di playstore pada akhir Mei 2018.
