Jakarta, TopBusiness – Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat membantu perusahaan meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Namun, penerapannya perlu disertai tata kelola yang bertanggung jawab, perlindungan data, serta pengawasan manusia agar pengembangan teknologi tetap berorientasi pada peningkatan potensi karyawan.
Ketua Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2026, Prof. Dr. Budi Widjaya Soetjipto, menyampaikan hal tersebut dalam keynote speech pada Webinar TOP Human Capital Awards 2026 bertema “Unlocking Human Potential for Sustainable Business Excellence”, Kamis (22/10/2026).
Menurut Budi, teknologi digital dan AI dapat membantu organisasi memahami kebutuhan tenaga kerja secara lebih cepat sekaligus menyederhanakan berbagai proses pengelolaan human capital. Meski demikian, teknologi harus digunakan dengan tujuan yang tepat dan tidak mengabaikan aspek manusia dalam pengambilan keputusan.
Keputusan yang berdampak terhadap karyawan, kata dia, tetap memerlukan pertimbangan manusia, komunikasi yang terbuka, serta pengawasan yang memadai.
Budi menekankan, pemanfaatan teknologi perlu menjadi bagian dari penguatan Human Capital Management System (HCMS) yang terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan. HCMS tidak cukup hanya berupa kumpulan kebijakan, prosedur, atau aplikasi, tetapi harus menjadi sistem yang menghubungkan seluruh proses pengelolaan SDM untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi.
“HCMS bukan sekadar kumpulan kebijakan, prosedur, atau aplikasi. HCMS merupakan proses yang saling terhubung,” ujar Budi yang juga pengajar di Universitas Indonesia (UI).
Dia menjelaskan, organisasi saat ini menghadapi perubahan teknologi, model bisnis, kebutuhan pelanggan, serta tuntutan kompetensi yang berlangsung cepat. Karena itu, perusahaan perlu menerjemahkan strategi bisnis ke dalam strategi human capital yang jelas, termasuk mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan dan menyiapkan talenta agar mampu beradaptasi terhadap perubahan.
Sistem pengelolaan human capital tersebut mencakup perencanaan tenaga kerja, rekrutmen, pengembangan kompetensi, manajemen kinerja, pengelolaan talenta dan suksesi, sistem penghargaan, hingga hubungan dan pengalaman kerja karyawan.
Setiap proses harus memiliki tujuan yang jelas, sesuai kebutuhan organisasi dan karyawan, serta dilaksanakan secara konsisten. Perencanaan tenaga kerja, misalnya, perlu berbasis kebutuhan dan data, sedangkan pengembangan kompetensi harus menjawab kesenjangan kemampuan yang nyata.
Manajemen kinerja juga perlu menghubungkan kontribusi individu dengan prioritas organisasi. Sementara itu, pengelolaan talenta dan suksesi harus memberikan kesempatan bagi karyawan untuk berkembang berdasarkan kompetensi dan kinerja.
Budi menambahkan, kebijakan penghargaan, kesejahteraan, dan hubungan kerja yang adil turut menentukan keterikatan serta produktivitas karyawan.
Kinerja Human Capital Harus Terukur
Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa keberhasilan penerapan HCMS harus tercermin dalam hasil yang dapat diukur. Perusahaan perlu memantau sejumlah indikator, mulai dari ketersediaan kompetensi, produktivitas, kualitas kepemimpinan, mobilitas dan retensi talenta, hingga keterikatan karyawan.
Indikator lainnya mencakup keselamatan dan kesejahteraan kerja serta kontribusi human capital terhadap kinerja dan ketahanan organisasi.
Menurut dia, potensi manusia merupakan kekuatan yang dapat mendorong strategi, inovasi, produktivitas, dan keberlanjutan bisnis. Potensi tersebut akan berkembang apabila perusahaan menyediakan kesempatan, dukungan, dan lingkungan kerja yang memungkinkan setiap karyawan berkontribusi secara optimal.
Karena setiap organisasi memiliki kondisi dan tingkat perkembangan yang berbeda, keberhasilan pengelolaan human capital perlu dinilai sesuai konteks dan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Webinar TOP Human Capital Awards 2026 diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness yang berada di bawah PT Madani Solusi Internasional (MSI Group), sebagai forum berbagi pengalaman dan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pengelolaan human capital.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian menuju acara puncak TOP Human Capital Awards 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Hotel Raffles, Jakarta.
