TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indonesia-China Jalin Kerja Sama Pengembangan PLTS 90 MWp di Sulawesi Tengah

Albarsyah
23 October 2026 | 10:43
rubrik: Business Info
Pabrik Resin Cat Ini Gunakan Atap Tenaga Surya

PLTS Atap Xurya---Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Indonesia dan China memperkuat kerja sama di sektor energi terbarukan melalui rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) yang dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Sulawesi Tengah.

Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong penggunaan energi bersih untuk memenuhi kebutuhan listrik kawasan industri sekaligus mendukung transformasi menuju industri rendah karbon.

Mengutip laporan Xinhua, Kamis (22/10/2026), kerja sama ini melibatkan PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) dan perusahaan asal China, GEM Co., Ltd.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam dua nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), masing-masing antara Dayabumi Energi dengan International Green Industrial Park (IGIP), serta Dayabumi Energi dengan PT QMB New Energy Materials Indonesia.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Jakarta Selatan pada 19 Oktober 2026.

Pendiri GEM Co., Ltd., Xu Kaihua, mengatakan bahwa kerja sama tersebut sejalan dengan langkah pemerintah Indonesia dalam mendorong pengembangan proyek energi terbarukan berkapasitas 100 gigawatt (GW).

Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan Indonesia dan China menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung pelaksanaan proyek strategis nasional di sektor energi bersih.

“Melalui kolaborasi dengan Dayabumi Energi, kami ingin memperluas pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung kebutuhan kawasan industri sekaligus mendorong transformasi menuju industri yang lebih rendah karbon,” ujar Xu.

Pengembangan PLTS berkapasitas 90 MWp tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pasokan energi bersih bagi aktivitas industri di Sulawesi Tengah.

Selain pembangkit tenaga surya, proyek ini juga akan dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 MWh untuk mendukung pengelolaan pasokan listrik dari sumber energi terbarukan.

BACA JUGA:   Dukung Dekarbonisasi, TKIM Operasikan PLTS Berkapasitas 9,8 MWp

Penggunaan teknologi penyimpanan energi menjadi bagian penting dalam pengembangan PLTS karena produksi listrik tenaga surya bergantung pada intensitas sinar matahari.

Sementara itu, IGIP yang pengembangannya dipimpin oleh GEM direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.500 hektare, dengan nilai investasi keseluruhan diproyeksikan melampaui US$10 miliar atau sekitar Rp180 triliun.

Kerja sama pengembangan energi hijau ini sekaligus menandai langkah lanjutan dalam mewujudkan kawasan industri yang lebih ramah lingkungan melalui keterlibatan mitra lokal Indonesia.

Pengembangan infrastruktur energi terbarukan juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan kawasan industri terhadap sumber energi berbasis bahan bakar fosil.

Di sisi lain, PT QMB New Energy Materials Indonesia yang telah beroperasi selama sekitar empat tahun di Indonesia memandang pemanfaatan energi ramah lingkungan sebagai salah satu faktor penting untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dalam jangka panjang.

Penggunaan energi terbarukan dinilai berpotensi membantu perusahaan mengendalikan biaya energi sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon dari kegiatan industri.

Kerja sama antara Dayabumi Energi dan GEM juga mencerminkan meningkatnya perhatian pelaku industri terhadap kebutuhan pasokan listrik yang lebih berkelanjutan.

Meski demikian, kerja sama yang masih berada pada tahap nota kesepahaman tersebut belum disertai rincian mengenai nilai investasi khusus pembangunan PLTS, jadwal konstruksi, maupun target pengoperasian pembangkit.

Apabila terealisasi, proyek PLTS 90 MWp dan penyimpanan energi baterai 40 MWh ini berpotensi menjadi salah satu infrastruktur pendukung pengembangan kawasan industri hijau di Sulawesi Tengah.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat hubungan investasi Indonesia dan China, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan dan transformasi industri menuju ekonomi rendah karbon.

Tags: PLTS
Previous Post

Pemerintah Siapkan 28 Lokasi Pembangunan PLTN, Target Beroperasi Mulai 2032

Next Post

Pembangunan PLTS Karangkates Capai 70%, Akan Dongkrak Ekonomi Lokal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR