Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Sari Melati Kencana Tbk hari ini resmi mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-16 yang melantai di tahun 2018. PT Sari Melati dengan kode emiten PZZA ini adalah pemegang hak waralaba Pizza Hut di Indonesia
Dalam aksi korporasi ini, PZZA resmi melepas 20% dari saham yang ditempatkan dan disetor perusahaan operator Pizza Hut ini yang ekuivalen dengan 604 juta saham. Lewat aksi korporasi ini, PZZA memperoleh pendanaan sebesar Rp 644 miliar.
Perusahaan akan menggunakan dana hasil IPO sebanyak 65% untuk meningkatkan belanja modal perseroan baik untuk membuka gerai baru maupun renovasi gerai-gerai Pizza Hut Restaurant (PHR) dan Pizza Hut Delivery (PHD). Sedangkan, sisanya sekitar 35% akan digunakan untuk pembayaran fasilitas sebagian pinjaman bank atau lembaga keuangan.
“Terutama kami berterima kasih kepada 13.000 pegawai kami yang ada di seluruh Indonesia,” kata Stephen James McCarthy, Direktur Utama PZZA, Rabu (23/5).
Dalam pencatatan perdana ini, saham PZZA mencatatkan kenaikan harga sebesar 2,73% ke level Rp 1.115 per saham dari harga penawaran awal di level Rp 1.100 per saham.
Saham PZZA pun mencatat pembelian bersih terbesar asing pagi ini. Total pembelian bersih asing pada saham PZZA mencapai Rp 234,9 miliar.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Alpino Kianjaya mengatakan, kedatangan dua perusahaan tersebut menandakan semakin banyak perusahaan yang berminat untuk mencari pendanaan di pasar modal.
Alpino berpesan untuk para investor agar memiliki pandangan investasi jangka panjang, sehingga fluktuasi di pasar modal diharapkan tidak mempengaruhi pola investasi jangka panjang mereka.
“Setiap saat adalah good timing, kalau perusahaan IPO sekarang kan sudah dapat pembeli untuk long term kalau perusahaannya bagus, contoh ada Pizza Hut, kan pasti semua kenal. Jadi, semakin banyak perusahaan yang makin tahu untuk mencari dana dan mengembangkan perusahaan melalui pasar modal,” ujarnya di gedung BEI, Jakarta, Rabu (23/5/2018).
