Jakarta, TopBusiness – PT Mitra Adiperkasa Tbk (IDX: MAPI) atau MAP, peritel gaya hidup terkemuka di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangan untuk Q3 dan 9M 2026.
Dalam periode kumulatif sembilan bulan tahun 2026, pendapatan bersih MAP naik 24,5% YoY menjadi Rp37,4 triliun. Laba kotor meningkat menjadi Rp15,3 triliun, sementara laba usaha tumbuh 28,0% menjadi Rp3,2 triliun dan EBITDA tercatat sebesar Rp6,0 triliun. Laba bersih selama periode tersebut naik 25,1% menjadi Rp2,1 triliun.
Pada Q3 itu, pendapatan bersih MAP tumbuh 26,7% YoY menjadi Rp13,3 triliun. Laba kotor tercatat sebesar Rp5,5 triliun, sementara laba usaha naik 37,6% menjadi Rp1,2 triliun, dan EBITDA sebesar Rp2,2 trilliun. Laba bersih Perusahaan pada kuartal tersebut meningkat 22,0% menjadi Rp676 miliar.
“MAP mencatat pertumbuhan top-line dan bottom-line yang solid pada kuartal ketiga, menunjukkan ketangguhan bisnis Perusahaan di tengah lingkungan yang dinamis. Momentum ini didukung oleh portofolio brand yang beragam dan kapabilitas multi-channel Perusahaan,” ujar Ratih Darmawan Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group, dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (27/10/2026). .
“Respons positif pelanggan selama periode Back-to-School dan Hari Kemerdekaan turut menegaskan bahwa produk kami tetap relevan bagi konsumen,” imbuh Ratih.
Pada kuartal tersebut, MAP merespons berkembangnya preferensi pelanggan dengan menghadirkan Ace Hardware, Creed, dan Parfois di Indonesia. Perusahaan juga memperluas ekspansi regional melalui akuisisi bisnis Sports Direct di Malaysia, serta perjanjian distribusi eksklusif dengan Musinsa untuk Indonesia dan Malaysia.
Sejalan dengan pencapaian tersebut, MAP kembali tercatat dalam daftar “100 Biggest Companies” versi Fortune Indonesia pada 2026.
“Memasuki kuartal terakhir tahun ini, prioritas kami adalah memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta memastikan seluruh lini bisnis MAP siap menghadapi perayaan akhir tahun. Di tengah ketidakpastian makroekonomi yang masih berlangsung, kami tetap berhati-hati dengan mengandalkan model bisnis terintegrasi sebagai landasan yang kuat untuk menghadapi masa depan,” tegas Ratih.
“Kami percaya bahwa keunggulan ini, didukung oleh fokus berkelanjutan pada pelaksanaan strategi, akan membantu MAP menjadi perusahaan yang semakin kuat dan memberikan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Ratih.
MAP sendiri memiliki portofolio lebih dari 150 brand kelas dunia dari department stores, sports, fashion, kids, food & beverage, hingga lifestyle. Per akhir September 2026,MAP mengoperasikan lebih dari 4.400 gerai ritel di lebih dari 80 kota di Indonesia, serta di Asia Tenggara.
Konsep ritel utama yang dikelola antara lain; Department Stores: Sogo, Seibu, Galeries Lafayette, The FoodHall; Fashion & Beauty: Zara, Marks & Spencer, Mango, Massimo Dutti, Swarovski, Zara Home, Boots, Sephora; Active (Sports & Leisure): Sports Station, PlanetSports.
Asia, Foot Locker, Sports Direct, Skechers, New Balance, Converse, Crocs, Reebok, HOKA, Golf House, Staccato, ALDO; Kids: KidzStation, Smiggle, Lego; Tech: Digimap, Digiplus, Shark Ninja; Food & Beverage: Starbucks, Pizza Marzano, Krispy Kreme, Cold Stone Creamery Ice Cream, Godiva, Genki Sushi, Subway, Toast Box; Others: Alun Alun Indonesia.
