Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sebesar 1,99% ke level 5.266, di tengah meningkatnya tekanan jual di pasar saham. Meski demikian, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk kembali menguat setelah menyelesaikan fase koreksi jangka pendek.
Dalam laporan MNCS Daily Scope Wave edisi Rabu, 28 Oktober 2026, MNC Sekuritas menyebutkan bahwa dalam skenario terbaik, IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [v].
Dengan kondisi tersebut, koreksi IHSG diperkirakan berpotensi terbatas pada rentang 5.116–5.180 sebelum kembali melanjutkan penguatan.
Adapun peluang kenaikan IHSG selanjutnya diproyeksikan menuju area 5.456–5.564. Sementara itu, level support IHSG berada di 5.185 dan 4.915, dengan resistance pada 5.460 dan 5.563.
Di tengah pergerakan pasar yang masih berfluktuasi, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang dinilai memiliki peluang penguatan, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
Berikut rekomendasi teknikal keempat saham tersebut.
1. ADRO – Buy on Weakness
Saham ADRO menguat 0,41% ke level Rp2.460, disertai munculnya volume pembelian.
Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan posisi ADRO saat ini sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B.
Investor dapat mencermati peluang buy on weakness pada rentang harga Rp2.310–Rp2.420, dengan target penguatan masing-masing di Rp2.570 dan Rp2.640.
Sementara itu, batas stop loss ditetapkan apabila harga saham turun ke bawah Rp2.270.
2. BUVA – Trading Buy
Saham BUVA mengalami penurunan sebesar 6,38% ke level Rp352, seiring dengan tekanan jual yang masih membayangi pergerakannya.
Meski mengalami koreksi cukup dalam, MNC Sekuritas menilai BUVA masih berpeluang melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas level Rp300.
Secara teknikal, posisi BUVA diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5.
MNC Sekuritas merekomendasikan trading buy pada rentang Rp320–Rp352, dengan target harga di Rp436 dan Rp492.
Adapun batas stop loss berada di bawah Rp300.
3. ERAA – Buy on Weakness
Saham ERAA mencatatkan kenaikan sebesar 1,79% ke posisi Rp570, didukung oleh volume pembelian.
MNC Sekuritas memperkirakan bahwa dalam skenario terbaik, pergerakan ERAA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B.
Untuk strategi perdagangan, investor dapat mempertimbangkan buy on weakness pada kisaran Rp520–Rp540.
Target harga ERAA diproyeksikan berada pada level Rp600 dan Rp615, sedangkan batas stop loss ditetapkan di bawah Rp515.
4. VKTR – Trading Buy
Saham VKTR terkoreksi sebesar 6,99% ke level Rp346, dengan tekanan jual yang masih dominan.
Kendati demikian, MNC Sekuritas memperkirakan saham VKTR masih berada pada bagian dari wave (4) dari wave [C], selama harganya mampu bertahan di atas level Rp316.
Investor dapat mencermati area pembelian pada rentang Rp332–Rp338, dengan target harga masing-masing di Rp396 dan Rp438.
Sementara itu, batas stop loss ditetapkan apabila harga saham bergerak turun ke bawah Rp316.
Secara keseluruhan, MNC Sekuritas menilai peluang penguatan sejumlah saham masih terbuka meskipun IHSG tengah menghadapi tekanan jual. Investor tetap perlu memperhatikan area support, resistance, serta batas stop loss dalam menentukan strategi perdagangan di tengah volatilitas pasar.
Data AI
