TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini adalah Penilaian BI tentang Neraca Perdagangan RI

Achmad Adhito
3 November 2026 | 12:10
rubrik: Ekonomi
Modal Asing Masuk, Kurs Rupiah Menguat

Foto: Dhi/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness—Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 mencatat surplus sebesar 3,36 miliar Dolar AS, melanjutkan surplus pada Agustus 2026 sebesar 3,55 miliar Dolar AS. Bank Indonesia (BI) memandang berlanjutnya surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.

“Ke depan, Bank Indonesia terus memerkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain guna makin memerkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny, dalam keterangan tertulis, hari ini.

Surplus neraca perdagangan pada September 2026 bersumber dari berlanjutnya surplus neraca perdagangan nonmigas dan penurunan defisit neraca perdagangan migas. Neraca perdagangan nonmigas pada September 2026 mencatat surplus sebesar 5,67 miliar Dolar AS, didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas menjadi sebesar 26,64 miliar Dolar AS dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 25,62 miliar Dolar AS.

Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti lemak dan minyak hewani/nabati serta logam mulia dan perhiasan/permata maupun ekspor produk manufaktur seperti mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya serta besi dan baja.

Ramdan memaparkan bahwa berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas menurun menjadi 2,32 miliar Dolar AS pada September 2026 dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,54 miliar Dolar AS, sejalan dengan penurunan impor migas yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor migas.

“Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-September 2026 mencatat surplus sebesar 10,61 miliar Dolar AS,” Ramdan menjelaskan.

BACA JUGA:   Perbankan Kuat Hadapi Tekanan Global, Itu Berdasar Stress-Test BI
Tags: bank indonesianeraca perdagangan 2026neraca perdagangan surplus
Previous Post

Isekai Run Vol. 4 Hadir di Ancol, Ajak Peserta Menjelajah The Mysterious Forbidden Desert

Next Post

Tencent Gandeng Kemenekraf, WeTV Pastikan Perkuat Ekonomi Kreatif Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR