Jakarta, TopBusiness—NTT Data, penyedia global dalam layanan AI, digital business, dan teknologi, mengumumkan pembukaan Jakarta 2 Annex Data Center (JKT2A). Fasilitas baru ini memerluas jejak operasional data center perusahaan di kawasan Asia-Pasifik.
“Sekaligus memerkuat kemampuannya dalam mendukung peningkatan kebutuhan terhadap layanan cloud, AI, dan transformasi digital di seluruh Asia Tenggara,” kata Yasuhiro Kajiki, Managing Director, Japan and Apac, NTT Global Data Centers, dalam keterangan resmi, hari ini.
Dirancang sebagai fasilitas generasi terbaru yang AI-ready, JKT2A menyediakan kapasitas IT sebesar 12 mw serta mengintegrasikan teknologi cooling canggih, infrastruktur kelistrikan yang terpadu, dan konektivitas carrier-neutral untuk mendukung kebutuhan hyperscale, enterprise, serta high-density computing workloads.
Fasilitas baru JKT2A ini berlokasi di dalam kawasan NTT Global Data Centers di Jakarta dan memerluas ekosistem JKT2 yang telah dibangun sebelumnya sebagai salah satu pusat konektivitas carrier-neutral di Jakarta.
Yasuhiro pun menjelaskan, JKT2 telah menjadi lokasi bagi lebih dari 240 penyedia layanan jaringan, JKT-IX, penyedia layanan cloud utama, serta koneksi kabel bawah laut (submarine cable) yang strategis.
Melalui interkoneksi langsung dalam satu kawasan (campus interconnection) dengan JKT2, klien dengan mudah mengembangkan infrastruktur digital mereka sekaligus mempertahankan konektivitas dengan jaringan, mitra, dan lingkungan cloud yang telah digunakan.
“Indonesia merupakan salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia Tenggara dan terdapat permintaan yang signifikan terhadap infrastruktur digital yang mampu memenuhi kebutuhan kapasitas yang terus berkembang serta memiliki konektivitas tinggi,” ujar Doug Adams, CEO and President, NTT Global Data Centers.
Pembukaan JKT2A mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan tersbeut dalam mendukung inisiatif cloud, AI, dan transformasi digital klien melalui infrastruktur yang tangguh dan berperforma tinggi.
“Bersama APN Connect, JKT2A semakin memerkuat kemampuan kami dalam menyediakan kapasitas, konektivitas, dan keandalan yang dibutuhkan organisasi untuk memercepat inovasi dan pertumbuhan,” kata Adams.
