TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pipa Bawah Laut 80 KM Mulai Diproduksi di Batam, Groundbreaking Proyek Gas Mako Ditargetkan Bulan Desember 2026

Albarsyah
4 November 2026 | 14:10
rubrik: Business Info
Waktunya Direktur BEI Diisi yang Berkarir dari Bawah

Ilustrasi Human Capital/Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, lepas pantai Natuna, bersiap memasuki babak baru. Tahapan konstruksi atau groundbreaking proyek strategis ini ditargetkan mulai dieksekusi pada bulan depan, Desember 2026. Menariknya, kebutuhan pipa bawah laut sepanjang 80 kilometer (km) untuk proyek ini telah mulai diproduksi di dalam negeri, yakni di Batam.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa produksi pipa domestik tersebut telah resmi dimulai.

“Produksi pipa dalam negeri sepanjang 80 km untuk proyek pengembangan lapangan gas offshore WK Duyung Lapangan Mako Natuna, hari ini mulai diproduksi di Batam. Insya Allah bulan depan groundbreaking oleh Bapak Menko/Menteri ESDM,” ujar Djoko dalam keterangannya, Minggu (1/11).

Proyek Gas Mako digarap oleh konsorsium Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) West Natuna Exploration Ltd (WNEL), yang terdiri atas Conrad (kepemilikan 25%) dan PT Nation Natuna Barat (75%).

Komitmen TKDN dan Fasilitas Dalam Negeri

Selain pembuatan pipa di Batam, seluruh rangkaian pengembangan Lapangan Mako juga mengoptimalkan kapasitas nasional. Pembangunan fasilitas produksi dikerjakan di dalam negeri, yaitu melalui fasilitas PT PAL Indonesia di Surabaya serta yard di Batam.

Secara keseluruhan, cakupan pekerjaan proyek ini meliputi:

  • Pemboran sumur lepas pantai di Natuna.
  • Pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri (Surabaya dan Batam).
  • Penggelaran pipa bawah laut sepanjang 80 km.

Seluruh rangkaian pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun ke depan. Setelah beroperasi penuh, Lapangan Mako diproyeksikan mampu menghasilkan produksi gas hingga 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

100% Dialirkan untuk Kebutuhan Domestik

Awalnya, gas dari Lapangan Mako direncanakan untuk diekspor ke Singapura mengingat keterbatasan infrastruktur masa lalu di mana jalur pipa transmisi dari Natuna hanya terhubung ke negara tersebut.

BACA JUGA:   Gandeng 75 Developer, BTN Virtual Property Expo Tawarkan Banyak Promo

Namun, rampungnya pembangunan pipa West Natuna Transmission System (WNTS) menuju Pulau Pemping, Batam, mengubah peta pemanfaatan energi. Dengan infrastruktur baru ini dan berkat persetujuan Menteri ESDM, diputuskan bahwa 100% produksi gas Lapangan Mako dialirkan untuk kebutuhan domestik.

“Gas yang awalnya akan dialirkan ke Singapura karena hanya ada satu pipa dari Natuna ke Singapura, namun dengan selesainya pembangunan pipa WNTS-Pulau Pemping-Batam dan atas persetujuan Bapak Menteri ESDM, akhirnya gas seluruhnya 100% dialirkan ke domestik, khususnya untuk kelistrikan di Batam dan sekitarnya,” pungkas Djoko.

Tags: pipa bawah laut
Previous Post

NTT Data Luncurkan Data Center dengan AI-Ready

Next Post

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Rombak 11 Pejabat Tinggi, Diyan Wahyudi Resmi Jabat Direktur Hulu Migas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR