TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IPAL Modern Berkapasitas 240 Ribu Meter Kubik per Hari Dibangun melalui JSDP Zona 1

Albarsyah
6 November 2026 | 09:59
rubrik: Business Info
IPAL Modern Berkapasitas 240 Ribu Meter Kubik per Hari Dibangun melalui JSDP Zona 1

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat infrastruktur sanitasi perkotaan melalui pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 di Pluit, Jakarta Utara. Proyek strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan melalui penyediaan sistem pengelolaan air limbah domestik yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

“Pembangunan sistem air limbah terpusat bukan hanya membangun pipa dan instalasi, tetapi menghadirkan peradaban baru. Infrastruktur sanitasi modern akan menjamin lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan layak huni bagi masyarakat,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.

JSDP Zona 1 merupakan pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat yang mengintegrasikan jaringan perpipaan air limbah dengan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern di kawasan Pluit. IPAL ini dibangun di atas lahan seluas 3,9 hektare dengan kapasitas pengolahan mencapai 240.000 m³ per hari dan direncanakan melayani sekitar 220.000 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di delapan kecamatan di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jakarta Metropolitan Reza Rizka Pratama mengatakan, dalam mendukung pengolahan air limbah yang memenuhi baku mutu lingkungan, IPAL JSDP Zona 1 menggunakan teknologi A2O (Anaerobic-Anoxic-Oxic) dan Membrane Bio-Reactor (MBR) yang dikombinasikan dengan High-rate Filter.

“Penerapan teknologi tersebut memungkinkan proses pengolahan air limbah secara optimal, termasuk menurunkan kandungan bahan organik, padatan tersuspensi, nitrogen, dan fosfor sebelum air hasil olahan dialirkan kembali ke lingkungan sesuai ketentuan,” kata Reza.

Selain pembangunan fasilitas pengolahan, proyek ini juga mencakup pembangunan jaringan perpipaan air limbah sepanjang ± 74,4 kilometer. Pelaksanaannya menggunakan metode konstruksi yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan perkotaan padat, yakni Pneumatic Caisson untuk pembangunan fasilitas utama dan Pipe Jacking untuk pemasangan jaringan perpipaan bawah tanah.

BACA JUGA:   Amanat UU Minerba, Pelaku UMKM Lokal Jadi Prioritas Kelola Tambang

Penggunaan metode Pipe Jacking memungkinkan pemasangan pipa tanpa harus melakukan penggalian terbuka secara luas. Dengan demikian, dampak pekerjaan terhadap lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan proyek dapat diminimalkan.

Melalui pembangunan JSDP Zona 1, Kementerian PU berkomitmen mendukung peningkatan layanan sanitasi perkotaan sekaligus mengurangi beban pencemaran badan air di Jakarta.

Infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat melalui layanan pengelolaan air limbah yang lebih aman, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung terwujudnya kota Jakarta yang lebih sehat, layak huni, dan berkelanjutan.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

IHSG Dibuka Melemah, Tekanan Jual Bayangi Perdagangan Saham di BEI

Next Post

Jatuh Tempo Desember, Hutama Karya Siapkan Dana Pelunasan Obligasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR